Internasional Menghadapi Pemimpin Nasionalis Populis dalam Negosiasi Iklim Global

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 7 Dec 2018 at 11:31.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    732
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Apa dampak pemimpin nasionalis populis terhadap iklim global? Dari perspektif penulis sebagai seorang akademisi kebijakan energi dan iklim global, struktur politik nasionalisme populis (atau nasionalisme kerakyatan) membuat upaya untuk memberlakukan kebijakan yang mengurangi—atau memitigasi—emisi di negara-negara demokrasi menjadi sulit. Kebijakan mitigasi mengharuskan para pemimpin untuk mengeluarkan modal politik jangka pendek untuk keuntungan ekonomi dan lingkungan jangka panjang. Namun, para populis telah menunjukkan ketidaktertarikan yang sangat kuat untuk melakukannya.

    Oleh: Arjuna Dibley (The Conversation)

    Terpilihnya Jair Bolsonaro di Brasil tidak hanya menandai bangkitnya era pemimpin nasionalis populis lainnya di panggung dunia. Ini juga merupakan titik balik bagi perubahan iklim global.

    Ketika Presiden baru Brasil tersebut berkuasa pada Januari 2019, menurut perkiraan saya, setidaknya 30 persen emisi global akan dihasilkan dari negara-negara demokrasi yang diatur oleh para pemimpin nasionalis populis.

    Ketika para pembuat kebijakan terkait iklim bertemu pada konferensi iklim PBB minggu ini di Polandia (sebuah negara yang diperintah oleh partai nasionalis populis), orang-orang yang peduli tentang pencapaian tujuan Kesepakatan Iklim Paris harus mendorong dan mengembangkan strategi baru untuk mendorong kebijakan untuk mengurangi emisi di negara-negara yang dipimpin oleh para pemimpin ini.

    POPULISME DAN UPAYA MENGURANGI EMISI NASIONAL
    Apa itu nasionalisme populis? Meskipun populisme dan nasionalisme merupakan istilah yang diperdebatkan, ilmuwan politik Francis Fukuyama, menawarkan sintesis yang rapi dari karakteristik yang terkait dengan para pemimpin nasionalis populis dalam demokrasi.

    Pertama, para pemimpin ini mendefinisikan kata “rakyat” secara sempit untuk merujuk pada identitas nasional tunggal yang seringkali anti-elitis.

    Kedua, mereka mempromosikan kebijakan yang populer di antara orang-orang pilihan mereka, atau basis pendukung mereka, dalam jangka pendek, tetapi mungkin tidak untuk kepentingan ekonomi, sosial, atau lingkungan jangka panjang negaranya.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG