Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.039
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita "Mendung" di Montevideo.
Kapten yg juga gelandang regu nasional Uruguay Federico Valverde (kanan) tertunduk setelah skuadnya ditahan imbang 2-2 oleh Tanjung Verde pada laga lanjutan Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026). (ANTARA/AFP/Patricia De Melo Moreira)
Kalau tidak mau repot-repot mempertimbangkan semua kemungkinan, timnas Uruguay cuma perlu mengerjakan satu hal: tumbangkan Spanyol
Jakarta (ANTARA) - Angin yg berembus melewati pepohonan Taman Parque Batlle di Ibu Kota Uruguay, Montevideo, pelan-pelan singgah ke paras Jose Nasazzi, kapten sekaligus bek regu nasional negara itu, yg penuh dengan keringat.
Nasazzi, yg bersama rekan-rekannya tengah bertanding melawan Argentina di Stadion Centenario, 30 Juli 1930, memang memerlukan kesejukan itu.
Sebabnya, tekanan laga tersebut begitu besar. Maklum, itu adalah final Piala Dunia 1930, Piala Dunia perdana sepanjang sejarah.
Uruguay unggul terlebih dahulu lewat gol Pablo Dorado (12'), yg dibalas dua gol oleh Argentina lewat Carlos Pucelle (20') & Guillermo Stabile (37').
Tertinggal 1-2, Jose Nasazzi meminta timnya untuk tetap tenang. Dia yg kala itu baru berusia 29 tahun yakin Uruguay lebih baik dari Argentina, apalagi mereka merupakan peraih medali emas Olimpiade 1924 & 1928.
Bukan juga itu, mereka adalah kampiun Kejuaraan Sepak Bola Amerika Selatan (sekarang Copa America Conmebol) pada 1923, 1924 & 1926. Artinya, bagi Nasazzi, tidak ada alasan untuk tidak dapat mengejar kedudukan.
Saat turun minum, Nasazzi memberikan motivasi bagi rekan-rekannya. Timnas Uruguay, dia menekankan, adalah skuad tangguh yg siap melibas semua rintangan. Argentina cuma salah satu dari ganjalan tersebut.
Inspirasi dari Nasazzi membuahkan hasil. Pedro Cea menyamakan skor jadi 2-2 pada menit 57, disusul gol Santos Iriarte (68') & Hector Castro (89') untuk membawa Uruguay menang 4-2.
Masyarakat Montevideo pun bersorak gembira, begitu pula Jose Nasazzi. Dia memeluk nyaris semua orang yg ditemuinya di lapangan. Nasazzi juga jadi kapten perdana yg mengangkat trofi Piala Dunia, yg waktu itu masih bernama trofi Jules Rimet.
Bagi Uruguay, prestasi prestisius tersebut penegasan betapa tangguhnya mereka kala itu.
FIFA menyatakan Uruguay adalah kekuatan global perdana dalam sejarah sepak sepak bola dunia setelah jadi yg terbaik di Piala Dunia 1930, penegasan kualitas setelah merebut tahta tertinggi di Olimpiade 1924 & 1928.
Masa cerah sepak bola Uruguay yg berpusat di Montevideo bertahan selama beberapa saat sebelum diselubungi mendung bertahun-tahun kemudian.
Memudar
1234Tampilkan Semua
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, mengerjakan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
KirimKomentar jadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita Terkait
Video
Zepeda vs Roach, Duel Panas Perebutan Sabuk Dunia Kelas Ringan
Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Jadi Faktor Penyebab Gagal Ginjal
Bogor Hornbills Bikin Sejarah Usai Permalukan Pelita Jaya di Kandangnya
Pemerintah Siapin danang Rp1,54 T Buat Diskon Tiket Transportasi
Pengamat Nilai Peluang Damai AS-Iran Terjaga di Tengah Penutupan Selat Hormuz
Piala Dunia 2026Argentina vs Austria: fokus tetap tercurah kepada Lionel Messi
Piala Dunia 2026Mesir petik kemenangan perdana, atasi Selandia Baru 3-1
Perjalanan panjang kiper Tanjung Verde, Vozinha menuju Piala Dunia
Piala Dunia 2026Susunan pemain Uruguay vs Tanjung Verde, Darwin Nunez dicadangkan
Piala Dunia 2026Kejutan Tanjung Verde berlanjut, Uruguay ditahan imbang 2-2
Liga Jerman
Piala Dunia 2026
Sportainment
Piala Dunia 2026
Berita diatas dikutip dari internet, jika "Mendung" di Montevideo adalah spam, mohon beritahu kami.
Kalau tidak mau repot-repot mempertimbangkan semua kemungkinan, timnas Uruguay cuma perlu mengerjakan satu hal: tumbangkan Spanyol
Jakarta (ANTARA) - Angin yg berembus melewati pepohonan Taman Parque Batlle di Ibu Kota Uruguay, Montevideo, pelan-pelan singgah ke paras Jose Nasazzi, kapten sekaligus bek regu nasional negara itu, yg penuh dengan keringat.
Nasazzi, yg bersama rekan-rekannya tengah bertanding melawan Argentina di Stadion Centenario, 30 Juli 1930, memang memerlukan kesejukan itu.
Sebabnya, tekanan laga tersebut begitu besar. Maklum, itu adalah final Piala Dunia 1930, Piala Dunia perdana sepanjang sejarah.
Uruguay unggul terlebih dahulu lewat gol Pablo Dorado (12'), yg dibalas dua gol oleh Argentina lewat Carlos Pucelle (20') & Guillermo Stabile (37').
Tertinggal 1-2, Jose Nasazzi meminta timnya untuk tetap tenang. Dia yg kala itu baru berusia 29 tahun yakin Uruguay lebih baik dari Argentina, apalagi mereka merupakan peraih medali emas Olimpiade 1924 & 1928.
Bukan juga itu, mereka adalah kampiun Kejuaraan Sepak Bola Amerika Selatan (sekarang Copa America Conmebol) pada 1923, 1924 & 1926. Artinya, bagi Nasazzi, tidak ada alasan untuk tidak dapat mengejar kedudukan.
Saat turun minum, Nasazzi memberikan motivasi bagi rekan-rekannya. Timnas Uruguay, dia menekankan, adalah skuad tangguh yg siap melibas semua rintangan. Argentina cuma salah satu dari ganjalan tersebut.
Inspirasi dari Nasazzi membuahkan hasil. Pedro Cea menyamakan skor jadi 2-2 pada menit 57, disusul gol Santos Iriarte (68') & Hector Castro (89') untuk membawa Uruguay menang 4-2.
Masyarakat Montevideo pun bersorak gembira, begitu pula Jose Nasazzi. Dia memeluk nyaris semua orang yg ditemuinya di lapangan. Nasazzi juga jadi kapten perdana yg mengangkat trofi Piala Dunia, yg waktu itu masih bernama trofi Jules Rimet.
Bagi Uruguay, prestasi prestisius tersebut penegasan betapa tangguhnya mereka kala itu.
FIFA menyatakan Uruguay adalah kekuatan global perdana dalam sejarah sepak sepak bola dunia setelah jadi yg terbaik di Piala Dunia 1930, penegasan kualitas setelah merebut tahta tertinggi di Olimpiade 1924 & 1928.
Masa cerah sepak bola Uruguay yg berpusat di Montevideo bertahan selama beberapa saat sebelum diselubungi mendung bertahun-tahun kemudian.
Memudar
1234Tampilkan Semua
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, mengerjakan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
- timnas uruguay
- piala dunia
- luis suarez
- edinson cavani
KirimKomentar jadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita Terkait
Vohinza bersemangat hadapi Uruguay saat ibunya hadir di pertandingan
- 11 jam lalu
Pelatih Tanjung Verde mengaku sangat puas setelah tahan imbang Uruguay
- 13 jam lalu
Kejutan Tanjung Verde berlanjut, Uruguay ditahan imbang 2-2
- 14 jam lalu
Susunan pemain Uruguay vs Tanjung Verde, Darwin Nunez dicadangkan
- 19 jam lalu
Uruguay vs Tanjung Verde: kejutan lain atau kejutan yg tertaklukkan?
- Kemarin 10:31
Al-Dawsari sebut hasil imbang awal yg baik bagi Arab Saudi
- 16 Juni 2026
Maximiliano Araujo selamatkan Uruguay dari kekalahan lawan Arab Saudi
- 16 Juni 2026
Susunan pemain Arab Saudi vs Uruguay, Nunez isi lini depan Uruguay
- 16 Juni 2026
Penerbangan Uruguay ke AS tertunda jelang laga hadapi Arab Saudi
- 15 Juni 2026
Daftar lengkap film & serial MCU yg akan tayang 2026
- 17 Januari 2026
Sinopsis buku "Broken Strings" karya Aurelie Moeremans
- 15 Januari 2026
Kapan Isra Mi'raj 2026? Ini jadwal & makna perayaannya
- 14 Januari 2026
Ini film "Doraemon" yg masih dapat di tonton lewat Netflix
- 8 Januari 2026
25 ucapan Islami "Selamat Tahun Baru 2026", penuh doa & bermakna
- 31 Desember 2025
Apa itu "playing victim"? Ini ciri-ciri, penyebab & cara menghadapinya
- 21 Desember 2025
Apa itu puasa Rajab? Ini pengertian, jadwal & kalender Rajab 1447 H
- 17 Desember 2025
Urutan film Avatar untuk memahami jalan cerita jelang "Fire and Ash"
- 11 Desember 2025
Jadwal libur sekolah semester ganjil 2025/2026 di seluruh provinsi
- 11 Desember 2025
- 2 jam lalu
- 2 jam lalu
- 2 jam lalu
- 3 jam lalu
- 3 jam lalu
- 17 jam lalu
- 12 jam lalu
- 17 jam lalu
- 19 jam lalu
- 14 jam lalu
Mendikdasmen: Manfaatkan MPLS untuk kenal teman hingga kebiasaan baik
- 5 jam lalu
PM Inggris Keir Starmer nyatakan mundur dari jabatan
- 5 jam lalu
Kemendikdasmen ingatkan sekolah susun kegiatan MPLS sesuai usia murid
- 7 jam lalu
Mendagri harap penataan kawasan kumuh di Kota Jayapura dipercepat
- 8 jam lalu
Mendag siapkan peningkatan distribusi Minyakita hingga 50 persen
- 9 jam lalu
RB Leipzig tunjuk Martin Demichelis sebagai pelatih anyar
- 54 detik lalu
Susunan pemain Argentina vs Austria
- 5 menit lalu
MU Legends vs Liverpool Legends akan tersaji di Jakarta pada November
- 37 menit lalu
Mbappe pilih fokus bawa Prancis lolos daripada rayakan laga ke-100
- 1 jam lalu
Adhyaksa FC bantu bangun ekosistem olahraga sehat di Kalimantan Tengah
- 1 jam lalu
Majelis hakim vonis Direktur Grup BJU delapan tahun penjara
- 1 jam lalu
Foto opsi pekan ketiga Juni 2026
- 3 jam lalu
Tarif transportasi publik Rp1 warnai seremoni HUT ke-499 Jakarta
- 3 jam lalu
Pemerintah siapkan stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 Triliun
- 4 jam lalu
Ketika kesenian Bali ditampilkan seniman Meksiko untuk meriahkan Piala Dunia 2026
- 10 jam lalu
BPOM catat 8.721 perusahaan air minum kemasan, didominasi dalam negeri
- 2 jam lalu
Keir Starmer umumkan mundur dari jabatan Perdana Menteri Inggris
- 2 jam lalu
Posko layanin pegawai eks Hotel Sultan beroperasi di tengah transisi
- 4 jam lalu
Al Jazeera bantah Israel yg tuding jurnalisnya terlibat di Hamas
- 5 jam lalu
Menuju seremoni 5 Abad, Pramono ubah paras Jakarta ramah warga
- 7 jam lalu
Piala Dunia 2026: Prancis waspada kejutan Irak
- 5 jam lalu
Produk perikanan bermutu dengan sertifikasi gratis
- 11 jam lalu
Rumah layak bagi 10.000 siswa Sekolah Rakyat
- 17 jam lalu
Piala Dunia 2026: Belgia & Iran mengejar kemenangan pertama
- Kemarin 16:00
Distribusi pupuk bersubsidi tembus 4 juta ton
- Kemarin 12:00
- Terkini
- Top News
- Terpopuler
- Pilihan Editor
- Foto
- Video
- Infografik
- Politik
- Hukum
- Ekonomi
- Metro
- Sepakbola
- Olahraga
- Humaniora
- Lifestyle
- Hiburan
- Nusantara
- Dunia
- Tekno
- Otomotif
- Warta Bumi
- Rilis Pers
- Karkhas
- Anti Hoaks
- ANTARA Interaktif
- Mata Indonesia
- ANTARA Doeloe
- English
- Masuk
- Redaksi
- Kontak Kami
- Ketentuan Penggunaan
- Kebijakan Privasi
- Kebijakan Cookie
- Pedoman Media Siber
- RSS
- Kabarin.com
- BrandA
- ANTARA Foto
- Korporat
- PPID
- Copyright ANTARA
Berita diatas dikutip dari internet, jika "Mendung" di Montevideo adalah spam, mohon beritahu kami.