• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Mendesak, Kredit Mahasiswa

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
1024332p.jpg



Ilustrasi: Mengembangkan pinjaman lunak bagi mahasiswa, seperti yang banyak diterapkan di negara-negara lain, bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu akses mahasiswa yang memiliki kendala biaya.




Kredit atau pinjaman lunak untuk mahasiswa semakin mendesak diwujudkan pemerintah seiring dengan semakin tingginya biaya pendidikan tinggi. Pinjaman lunak tersebut untuk mencegah calon mahasiswa tak bisa kuliah atau mahasiswa putus kuliah.


Nyatanya, biaya perguruan tinggi negeri di Indonesia semakin mahal dan sulit terjangkau masyarakat miskin.


quote_2.gif

Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Soedijarto mengatakan hal itu di Jakarta, Rabu (4/5/2010), menanggapi dua caIon mahasiswa Universitas Jember, Jawa Timur, yang sudah lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tetapi gagal masuk kuliah karena uangnya tidak mencukupi.
Soedijarto mengatakan, komitmen untuk memajukan bangsa lewat pendidikan tinggi idealnya didukung dengan menyediakan anggaran minimal 1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Indonesia masih berkisar 0,23 persen, sedangkan Malaysia lebih dari 2 persen.
Selain menyediakan pendidikan tinggi bermutu, semestinya ada. jaminan bagi semua lapisan masyarakat bisa menikmati pendidikan tinggi. "Nyatanya, biaya perguruan tinggi negeri di Indonesia semakin mahal dan sulit terjangkau masyarakat miskin," ujarnya.
Soedijarto menambahkan, mengembangkan pinjaman lunak bagi mahasiswa, seperti yang banyak diterapkan di negara-negara lain, bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu akses mahasiswa yang memiliki kendala biaya. "Untuk itu harus ada kebijakan dari pemerintah. Itu bisa diwujudkan dengan mendorong bunk-bunk milik pemerintah untuk bisa menyediakan pinjaman lunak," ungkap Soedijarto.
Dapat pinjaman
Secara terpisah, Hermawan Bagus asal Jombang dan Ahmad Ainun Najib asal Banyuwangi akhirnya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Jember. Mereka terdaftar sebagai mahasiswa baru setelah melunasi semua kewajiban biaya untuk mengikuti kegiatan akademik.
Keduanya mendapat pinjaman dari Pembantu Rektor I Universitas Jember Agus Subekti yang bersimpati kepada keduanya.
Najib, anak keenam dari tujuh bersaudara dari keluarga buruh tani yang keluarganya menerima bantuan langsung tunai (BLT), diterima di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Adapun Hermawan, anak sopir truk di Jombang, diterima di Fakuttas Ekonomi jurusan Manajemen.
"Fakultas ini peminat dan saingannya sangat banyak. Artinya, jika mereka lolos, berarti memang pintar," kata Agus Subekti.
Hermawan awalnya akan membatalkan diri masuk Universitas Jember karena hanya memiliki uang Rp 1.2 juta sedangkan biaya kuliah yang harus dipenuhi Rp 4.125.000.
Pinjaman lunak
Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI) sebenarnya ada pada masa Orde Baru-saat anggaran pendidikan belum dialokasikan 20 persen dari APBN. Namun, saat reformasi justru dihentikan.
Sejumlah yayasan dan lembaga nirlaba kini ada yang memberikan pinjaman lunak kepada mahasisava, seperti yang dilakukan Putera Sampoerna Foundation melalui program Dana Siswa Bangsa.
Stefanus Aryawan, Direktur Siswa Bangsa, mengatakan sebagai langkah awal, pinjaman lunak diberikan untuk mahasiswa yang kuliah di kampus di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation. Mahasiswa mengembalikan dana kuliah setelah bekerja hingga 14 tahun ke depan.
Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan, untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa yang tidak mampu, ada kebijakan pemberian beasiswa. Sumber dananya dari alumni yang dihimpun dalam dana abadi.
 
Bagus, seharusnya pemerintah membuat wadah tersendiri untuk itu dibawah departemen sosial dan koordinasi melalui bunk-bunk pemerintah yang ada dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki bunk-bunk tersebut. kemudian bunk-bunk tadi koordinasi melalui kecamatan s/d rt dilingkungan mahasiswa yang akan dapat KMI. Jadi sebagai bunk Pemerintah juga harus mendukung usaha nirlaba jangan selalu provit motiv saja.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.