Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Didalam kepercayaan baik ilmu pengetahuan atau agama mengatakan bahwa kita harus mensayangi sesama, benar sekali, tetapi mensayangi manusia tidak berjalan dengan mulus, ada saja hambatanya, oke coba kita masuk kedalam sayang antar pasangan. Di zaman 21 ini kompleksitas hubungan antara pasangan sangat banyak, mulai dari masalah harta, status sosial, perselingkuhan. Kalo pendapat mimin yah, kebanyakan pasangan jaman sekarang lebih mensayangi secara materil, ada sayang materil maka saya mensayangi dia, begitu konsepnya, mengutip buku seni mensayangi karya erich fromm sedikit agak nyambung, sayang jaman sekarang menekankan pada produktifitas, manusia sudah seperti robot susah untuk mensayangi.
Mimin baca-baca di base twitter banyak permasalahan pasangan adalah soal kecukupan ekonomi, padahal semestinya dalam mensayangi, permasalahan juga harus disayangi, & jangan tiba-tiba membenci & keluar. Kenapa banyak yg cerai juga, masalahnya karena ekonomi, apakah sepenting itu ekonomi, ekonomi yah harus ada tidak paling penting, tetapi itu wajib ada, kebanyakan pasangan tidak bersyukur atas kelimpahan rezeki yg datang, baik sedikit pun harus disyukuri.
Kemudian apakah dalam menjalin hubungan salah satu harus superior, anggeplah cowo yg harus memikul beban, menurut mimin tidak dapat begitu, sayang harus seimbang, salah satu harus terbebas dari tekanan, sicewe jangan nuntut cowo & sebaliknya, tetapi lebih mensayangi jalan masing-masing & mendukung, anggeplah suami-istri yg keduanya bekerja mencari nafkah, lantas apakah persayanganya akan pudar alih-alih sibuk bekerja, tentu tidak, setiap perseorangan yg mensayangi harus sayang apa yg di lakukan pasanganya, itu makna mensayangi, jadi menciintai keduanya murni berdasarkan kebebasan & tetap terhubung.
Kebanyakan orang takut akan tuntutan lingkunganya, misal kok cewenya yg kerja, atau menikah di KUA jadi gengsi Karena omongan tetapi, padahal itu semua kebiasaan yg dapat dikritisi secara sadar, tuntutan mensayang jaman sekarang, lebih pada berat beban omongan tetangga, padahal kalau kita lebih jernih & sadar pada realitas kita dapat melewati itu semua. Konsep wanita karir sekarang lebih unggul & maju, yah logikanya kesempatan lapangan pekerjaan hampir sama rata cewe atau cowo, bahkan juga cewe lebih unggul, itulah mengapa dapat saja ditemukan ada cewe yg ikhlas menjalin hubungan walaupun cowonya masih 0 (zero)
Karena sayang terbebani, muncul kultur baru seperti FWB friend with benefit, fwb maap saja menurut mimin cuma cari kepuasan semata, mungkin juga karena tuntutan pacaran jaman sekarang yg mahal, masyarakat kita membentuk pemahaman mencari kepuasan tanpa mengikat, kepuasan realitasnya akan tidak pernah terpuaskan sampe kapanpun, kalo urusanya sex doang akan jadi habit berbahaya, apalagi fwb dapat ganti-ganti & gampang menularkan virus & penyakit seksual. Gak ada konsen positif-positifnya hubungan ini, karena menjalin berdasarkan hasrat.
Pokonya mensayangi harus dengan ikhlas, harus saling menerima, gak ada yg utopis semua dapat, tetapi yah konsep orang mensayangi harus dikritisi juga dari manusia labil & dedek-dedek gemes wkwkw. Mensayang lah kepada sesama subyek (manusia) bukan karena objek (harta benda, status)
kunjungi blog akuhh http://www.bacabukuyuk.my.id Hari ini 04:05
Mimin baca-baca di base twitter banyak permasalahan pasangan adalah soal kecukupan ekonomi, padahal semestinya dalam mensayangi, permasalahan juga harus disayangi, & jangan tiba-tiba membenci & keluar. Kenapa banyak yg cerai juga, masalahnya karena ekonomi, apakah sepenting itu ekonomi, ekonomi yah harus ada tidak paling penting, tetapi itu wajib ada, kebanyakan pasangan tidak bersyukur atas kelimpahan rezeki yg datang, baik sedikit pun harus disyukuri.
Kemudian apakah dalam menjalin hubungan salah satu harus superior, anggeplah cowo yg harus memikul beban, menurut mimin tidak dapat begitu, sayang harus seimbang, salah satu harus terbebas dari tekanan, sicewe jangan nuntut cowo & sebaliknya, tetapi lebih mensayangi jalan masing-masing & mendukung, anggeplah suami-istri yg keduanya bekerja mencari nafkah, lantas apakah persayanganya akan pudar alih-alih sibuk bekerja, tentu tidak, setiap perseorangan yg mensayangi harus sayang apa yg di lakukan pasanganya, itu makna mensayangi, jadi menciintai keduanya murni berdasarkan kebebasan & tetap terhubung.
Kebanyakan orang takut akan tuntutan lingkunganya, misal kok cewenya yg kerja, atau menikah di KUA jadi gengsi Karena omongan tetapi, padahal itu semua kebiasaan yg dapat dikritisi secara sadar, tuntutan mensayang jaman sekarang, lebih pada berat beban omongan tetangga, padahal kalau kita lebih jernih & sadar pada realitas kita dapat melewati itu semua. Konsep wanita karir sekarang lebih unggul & maju, yah logikanya kesempatan lapangan pekerjaan hampir sama rata cewe atau cowo, bahkan juga cewe lebih unggul, itulah mengapa dapat saja ditemukan ada cewe yg ikhlas menjalin hubungan walaupun cowonya masih 0 (zero)
Karena sayang terbebani, muncul kultur baru seperti FWB friend with benefit, fwb maap saja menurut mimin cuma cari kepuasan semata, mungkin juga karena tuntutan pacaran jaman sekarang yg mahal, masyarakat kita membentuk pemahaman mencari kepuasan tanpa mengikat, kepuasan realitasnya akan tidak pernah terpuaskan sampe kapanpun, kalo urusanya sex doang akan jadi habit berbahaya, apalagi fwb dapat ganti-ganti & gampang menularkan virus & penyakit seksual. Gak ada konsen positif-positifnya hubungan ini, karena menjalin berdasarkan hasrat.
Pokonya mensayangi harus dengan ikhlas, harus saling menerima, gak ada yg utopis semua dapat, tetapi yah konsep orang mensayangi harus dikritisi juga dari manusia labil & dedek-dedek gemes wkwkw. Mensayang lah kepada sesama subyek (manusia) bukan karena objek (harta benda, status)
kunjungi blog akuhh http://www.bacabukuyuk.my.id Hari ini 04:05