"Mata" baru untuk mengamati luar angkasa
Empat ratus tahun yang lalu, ilmuan asal Italia, Galileo Galilei menjadi orang pertama yang menemukan ceruk di bulan. Kemudian Galileo melakukan pengamatan terhadap empat buah bulan milik planet Jupiter dan cincin Saturnus dengan teleskop. Sejak saat itu teleskop menjadi benda yang penting untung melakukan penelitian terhadap luar angkasa. Saat ini para ilmuan sedang mengembangkan dua jenis teleskop baru. salah satunya bernama Pan-Starrs. Menurut Nick Kaiser, iluman yang mengerjakan projek ini, Pan-Starrs didesain untuk menemukan 90% asteroid dan meteor yang diperkirakanakan menabrak bumi. "Mata" untuk mengamati luar angkasa lain diberinama Gaia. Berbeda dengan Pan-Starrs yang memiliki misi untuk menyelamatkan dunia, Gaia justru berusaha untuk menguak misteri alam semesta. Teleskop ini aka digunakan sebagai 'penjelajah' luar angkasa. sumber: Megindo.net
Empat ratus tahun yang lalu, ilmuan asal Italia, Galileo Galilei menjadi orang pertama yang menemukan ceruk di bulan. Kemudian Galileo melakukan pengamatan terhadap empat buah bulan milik planet Jupiter dan cincin Saturnus dengan teleskop. Sejak saat itu teleskop menjadi benda yang penting untung melakukan penelitian terhadap luar angkasa. Saat ini para ilmuan sedang mengembangkan dua jenis teleskop baru. salah satunya bernama Pan-Starrs. Menurut Nick Kaiser, iluman yang mengerjakan projek ini, Pan-Starrs didesain untuk menemukan 90% asteroid dan meteor yang diperkirakanakan menabrak bumi. "Mata" untuk mengamati luar angkasa lain diberinama Gaia. Berbeda dengan Pan-Starrs yang memiliki misi untuk menyelamatkan dunia, Gaia justru berusaha untuk menguak misteri alam semesta. Teleskop ini aka digunakan sebagai 'penjelajah' luar angkasa. sumber: Megindo.net
