roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1602/ Ende, Letkol Infanteri Mohamad Shokir, Selasa (21/10), di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
LABUAN BAJO, SELASA - Anggota Satuan Samapta Kepolisian Resor Manggarai Barat, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Marselinus Marlion Lalang (23) tewas ditusuk, di kompleks Pelabuhan Laut Labuan Bajo.
Marselinus tewas ditusuk di bagian punggung bawah sebelah kanan dengan sebuah sangkur. Penusukkan dilakukan oleh anggota Batalion Artileri Medan (Armed) 6 Komando Daerah Militer (Kodam) VII/ Wirabuana Makassar, Prajurit Satu (Pratu) Samsul Yusuf, Minggu (19/10), sekitar pukul 23.30 wita.
Marselinus tewas setelah beberapa waktu sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Labuan Bajo. Nyawa korban tak tertolong akibat kehabisan banyak darah, Senin (20/10), pukul 00.16.
Kejadian ini bukan karena konflik institusi, melainkan persoalan pribadi antara oknum TNI dengan polisi. Kasus ini segera ditangani secara profesional oleh institusi masing-masing, dalam hal ini TNI dan kepolisian, terutama untuk mencegah supaya tidak terjadi persoalan baru, kata
Menurut Shokir, kasus itu ditangani oleh Sub Detasemen Polisi Militer IX/1-1 di Ende untuk diproses lebih lanjut secara hukum. Samsul Yusuf, warga Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores itu pascakejadian langsung ditahan di markas Kodim 1612/ Ruteng, kemudian pagi ini pelaku telah dibawa ke markas Subdenpom, di Ende.
Kasus itu dipicu oleh persoalan pribadi, dimana pelaku memiliki kerabat perempuan yang berpacaran dengan salah seorang anggota Polres Manggarai Barat. Tapi hubungan pacaran itu putus, hingga muncul kasus ini. "Tapi untuk lebih lengkap motif di balik kasus ini dapat diketahui dari hasil investigasi penyidik di Subdenpom," kata Shokir.
Peristiwa bermula ketika korban bersama anggota Samapta Polres Manggarai Barat lain melakukan pengamanan di lokasi pelabuhan terkait masuknya Kapal Motor (KM) Tilong Kabila dari Denpasar.
Saat itu pelaku di lokasi kejadian mencari salah seorang anggota polisi yang bertugas di Pos Polisi Ndoso, Kecamatan Kuwus, Bripda Abubakar Beni Hingan. Abubakar diduga yang menjalin hubungan dengan kerabat perempuan pelaku.
Dari pertemuan antara pelaku dengan Abubakar di kompleks pelabuhan itu sempat terjadi pertengkaran. Pelaku kemudian sempat ke markas komando rayon militer (koramil) Labuan Bajo untuk memberitahukan kepada sesama anggota TNI mengenai kasus yang dialaminya.
Beberapa menit kemudian pelaku kembali ke lokasi pelabuhan bersama anggota Koramil Labuan Bajo, Sersan Satu Detan Eluama , serta sejumlah anggota TNI yang lain. Saat itu pelaku dan Detan bertemu dengan anggota polisi, Bripda Rino Tagur yang kemudian terjadi pertengkaran kecil di antara mereka. Ketegangan malam itu makin memuncak ketika salah seorang angota TNI langsung menyerang Abubakar Beni Hingan.
Dalam keajadian saat itu sejumlah anggota Polres Manggarai Barat melarikan diri dari lokasi. Pelaku yang melihat korban saat itu berpakaian dinas lengkap, langsung mengejar korban.
Korban lalu mencoba lari, namun menabrak sebuah tong sampah, dan jatuh tersungkur. Dalam posisi terjatuh itu tersangka langsung menikam korban dari belakang sebanyak satu kali menggunakan sangkur.
"Bagaimana pun ini merupakan pelanggaran berat, prosedur hukum harus dijalankan. Tidak ada yang ditutup-tutupi dari kasus ini. Dari penyelidikkan di Subdenpom akan dibawa ke Denpom di Kupang, kemudian ke Pomdam untuk disidangkan di mahkamah militer," kata Shokir.
Sementara itu secara terpisah Kepala Polres Manggarai Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Butje Hello mengatakan, motif di balik kasus itu belum diketahui secara pasti.