• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mars Sama Basah dengan Bumi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
[table="width: 400, class: grid, align: center"]
[tr]
[td]
3UZG.jpg
[/td]
[/tr]
[/table]

Sekian lama manusia mengira bahwa Mars adalah planet kering. Kini, studi terbaru membantahnya. Beberapa bagian di lapisan batuan Mars tertentu ternyata sama basahnya dengan Bumi.

Erick Hauri dari Carnegie Institution of Wahington menganalisis meteorit yang terbentuk di mantel Mars, sebuah lapisan di bawah kerak planet. Meteorit tersebut diketahui jatuh ke Bumi sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.

Analisis dilakukan dengan spektrometer massa ion. Lewat analisis, Hauri memperkirakan bahwa mantel di mana meteorit itu berasal mengandung air sebanyak 70-300 ppm. Sebagai perbandingan, mantel Bumi mengandung 50-300 ppm air. Jadi, mantel Mars dan Bumi sama basahnya.

"Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa air terlibat dalam pembentukan Mars dan bahwa planet itu mampu menyimpan air di lapisan batuannya selama masa diferensiasi planet," kata Hauri seperti dikutip Space, Minggu (24/6/2012).

Menurut Hauri, air yang ada di dalam lapisan batuan Mars ini pada masa lalu muncul ke permukaan. Gunung api di planet merah itu diduga menjadi "kendaraan" utama bagi air untuk mencapai permukaan.

Francis McCubbin dari University of New Mexico yang juga terlibat riset mengatakan bahwa riset ini tak hanya berhasil menjelaskan sejarah pembentukan Mars dan kandungan airnya, tetapi juga memberi petunjuk soal evolusi planet.

"Studi ini juga memberi penjelasan tentang mekanisme penyimpanan hidrogen di semua planet batuan pada saat masa pembentukannya," kata McCubbin.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.