Politik Manisnya Gula Tak Semanis Pilpres Jokowi

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 9 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Presiden Jokowi berupaya meluncurkan kebijakan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok seperti gula dan beras, namun hal itu menimbulkan kemarahan dari sektor pertanian. Petani domestik menghadapi kerugian sekitar Rp2 triliun seiring harga gula telah jatuh tujuh persen selama setahun terakhir, menurut Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Gerindra pun dengan cepat mengedepankan isu politik dan mempertanyakan keseriusan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mencapai swasembada pangan.

    Oleh: Yoga Rusmana dan Eko Listiyorini (Bloomberg Quint)

    Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi)—yang sedang mengejar masa jabatan lima tahun lagi di Pilpres 2019—telah membuka lebar pintu impor gula untuk menstabilkan harga domestik. Ini berhasil, tetapi kini dia menghadapi reaksi keras dari petani lokal, yang merupakan sumber suara utama dalam pemilu.

    Dengan pemilu yang akan dilakukan pada bulan April 2019, ekonomi Indonesia telah berkembang dengan laju sekitar lima persen di bawah pemerintahan Jokowi. Walau pemerintahannya gagal mencapai target tujuh persennya, namun tingkat pengangguran negara itu tercatat sekitar 5,3 persen, menurun ke level terendah dalam dua dekade pada Februari.

    Presiden itu juga telah dipuji karena program infrastruktur besar-besaran dan agenda reformasi yang membantu mengamankan peningkatan peringkat pemerintah dan investasi yang sangat dibutuhkan.

    Namun politik Indonesia rumit, dan Jokowi terlibat dalam tindakan penyeimbangan yang rumit. Ia meluncurkan serangkaian kebijakan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok sehari-hari seperti gula dan beras, dan meningkatkan pertumbuhan upah yang stagnan, yang membebani kelas menengah Indonesia yang semakin meluas.

    Namun dengan melakukan hal itu, ia telah menimbulkan kemarahan dari lobi pertanian yang kuat di negara itu, yang menguntungkan Prabowo Subianto, seorang pebisnis Indonesia dan mantan komandan pasukan khusus yang memimpin partai oposisi Gerindra.

    “Jokowi harus memastikan bahwa harga komoditas terjangkau bagi konsumen berpendapatan rendah,” kata Achmad Sukarsono, seorang analis di Control Risks yang berbasis di Singapura. “Pada saat yang sama, Jokowi harus menunjukkan bahwa dia peduli dengan nasib petani lokal yang produknya gagal bersaing dengan barang-barang impor ini.”

    PETANI GULA
    Ratusan petani tebu berkumpul di depan istana presiden di Jakarta pada tanggal 16-17 Oktober 2018, dan menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan impor dan memastikan bahwa gula halus untuk keperluan industri tidak dijual di pasar ritel. Para pengunjuk rasa juga mendesak pemecatan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG