• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mampukah Indonesia Membangun 'Kota Pintar'?

wirapedia

IndoForum Beginner D
No. Urut
282669
Sejak
25 Feb 2014
Pesan
604
Nilai reaksi
11
Poin
18
uWAY6.jpg
Beberapa negara saat ini tengah sibuk mengembangkan Smart city atau kota pintar. Indonesia pun berencana untuk melakukan hal yang sama. Hanya saja, masih banyak kendala yang menghalangi pembangunan smart city.

Dikutip dari World Finance, Korea Selatan telah menunjuk wilayah Songdo untuk dijadikan kota pintar. Di kota tersebut, warga akan dimanjakan dengan teknologi tinggi. Tidak hanya teknologi yang terdapat di gedung-gedung tapi fasilitas publik dan lingkungan sekitar. Kenyamanan lingkungan akan dipelihara, salah satunya dengan menurunkan kadar emisi karbon dan gas rumah kaca. Pemerintah berharap, Songdo akan akan siap huni pada 2015 nanti.

Indonesia pun tidak mau ketinggalan. Mereka berharap pengembangan rumah pintar dan kota pintar akan berjalan beriringan. Semua walikota saat ini tengah berusaha membangun kotanya menjadi kota terbaik bagi penghuninya sehingga hidup lebih nyaman, aman dan berkreasi maupun berinovasi.

"Inisiasi tengah dan sedang dikerjakan. Kita bisa membangun smart city di negara ini, hanya saja ada beberapa kendala di dalam membangun smart city, terutama dalam bisnis model, regulasi dan standardisasi terkait pengembangan smart city di Indonesia," ujar Ketua e-Indonesia Initiatives, Prof. Suhono Harso Supangkat, dalam keterangannya, Jumat, 27 Juni 2014.

Keseriusan pada walikota itu dibuktikan dengan kehadiran mereka di konferensi e-Indonesia Initiatives Forum yang ke-10. Acara yang dihelat di Aula Barat ITB ini dihadiri 4 walikota yaitu Walikota Bandung, Walikota Bogor, Walikota , Makasar Walikota Aceh.

Dikatakan Suhono, bebarapa Industri juga sudah siap berkonsitribusi dalam membangun smart city. Pemerintah pusat seperti Kementrian PU, Kementrian Kominfo dan Bappenas, juga tengah menyiapkan suatu kajian suatu model pembangunan Smart City di Indonesia.

"Namun bisnis model pembangunannya perlu dibuat sehingga memberikan nilai tambah untuk semua pihak, apakah melalui proses Public Private Partnership, APBN, APBD atau kerjasama dengan dunia Internasional," papar Suhono.

Hal ini diamini oleh Guru Besar UI bidang Sosiologi Birokrasi, Prof. Sudarsono Hardjosoekarta. Menurutnya, penyiapan manusia dalam pengembangan smart city sangat penting karena aspek inilah yang akan digunakan TIK sebagai dasar enabler pembangunan TIK. Bahkan ke depannya akan dilanjutkan sebagai bagian system thinking for smart nation.

Prof. Suhono, yang juga berasal dari ITB, mengusulkan suatu konsep 'smart System platform' untuk bangsa Indonesia, melalui smart city dan smart community. Untuk mendukung ini, ata Suhono, prototipe di beberapa sektor hasil inovasi ITB juga telah diperkenalkan ke masyarakat.

"Dari forum ini, Stakeholder TIK dan pembangunan perkotaan sepakat bahwa perlu dibuat sutau model bisnis dan regulasi tentang pembangunan smart city di Indonesia," tegas Suhono.

Antusias para penguasa kota itu, lanjut Suhono, harus didukung. Mereka berupaya untuk membangun kotanya menjadi kota terbaik bagi penduduk yang bisa hidup dengan nyaman, aman dan inovatif.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.