Internasional Malaysia dan Indonesia Tekan Inggris atas Larangan Minyak Kelapa Sawit

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 7 Dec 2018 at 09:26.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    732
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Malaysia dan Indonesia—negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia—berusaha menekan Inggris, setelah supermarket Iceland memberlakukan larangan terhadap produk penghasilan terbesar mereka. Eropa adalah pasar terbesar kedua untuk minyak kelapa sawit, setelah India. Pada bulan April, Iceland mengatakan bahwa mereka tidak lagi menggunakan minyak kelapa sawit atas kekhawatiran tentang degradasi lingkungan dan deforestasi, yang menghancurkan habitat banyak spesies yang terancam punah, seperti orangutan.

    Oleh: Harry Cockburn (The Independent)

    Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia dan Malaysia, keduanya dilaporkan berusaha membujuk pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan, setelah jaringan supermarket Iceland mengumumkan bahwa pihaknya memangkas minyak kelapa sawit dari produknya sendiri.

    Kedua negara tersebut menghasilkan 90 persen dari pasokan global minyak–yang digunakan dalam berbagai produk makanan dan kosmetik—dan itu merupakan ekspor pertanian utama kedua negara.

    Eropa adalah pasar terbesar kedua untuk minyak kelapa sawit, setelah India, tetapi konsumen menjadi semakin sadar akan dampak lingkungan yang berpotensi merusak dari proses produksi kelapa sawit.

    Pada bulan April, Iceland mengatakan bahwa mereka membuang minyak kelapa sawit dari produk mereka sendiri. Perusahaan tersebut—yang juga menghentikan penggunaan plastik—mengutip kekhawatiran tentang degradasi lingkungan dan deforestasi, yang menghancurkan habitat banyak spesies yang terancam punah, seperti orangutan.

    Sebuah permohonan informasi oleh Unearthed—unit jurnalisme investigatif Greenpeace—mengungkapkan, enam hari setelah pengumuman Iceland, bahwa para diplomat Inggris telah menulis kepada rekan-rekan di Indonesia dan Malaysia tentang bagaimana menangani kekhawatiran kedua negara tersebut atas langkah supermarket itu.

    Satu email berbunyi: “Orang-orang Indonesia dan Malaysia perlu mengakui bahwa perkembangan ini didorong oleh kekhawatiran (yang sah) tentang dampak lingkungan dari produksi minyak kelapa sawit, yang belum mereka tangani secara memadai. Bukan kami yang harus memperdebatkan kasus minyak kelapa sawit.”

    Balas-balasan email antara para pejabat di Kantor Luar Negeri, Departemen Perdagangan Internasional (DIT), dan Departemen Pembangunan Internasional (DfID) pada sekitar waktu yang sama, menunjukkan bahwa para diplomat telah didesak oleh pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk campur tangan dengan Iceland atas pertentangan Iceland terhadap minyak kelapa sawit.

    “(Malaysia dan Indonesia) perlu mengakui bahwa Iceland adalah perusahaan swasta; HMG (pemerintah Inggris) tidak mendorong mereka (Iceland) untuk mengambil keputusan ini, tetapi juga tidak tepat bagi kami untuk mencoba menghalangi atau mengkritik mereka,” tulis seorang pejabat Kantor Luar Negeri.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG