Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Malam yg begitu sunyi di selimuti angin keeinduan. Malam yg sama dengan malam-malam yg sudah berlalu, saya yg sedang menikmati tiap kesedihan diantara kesenangan di kala malam mulai datang.
Malam bagaikan sebuah dejavu. Yang seakan pernah saya lewati sebelum datangnya gulita menyelimuti ketiak malam.
Malam diantara bintang yg mulai menghilang & sang rembulan yg mulai meredupkan sinarnya.
Entah, apa yg sedang saya rasakan pikiran & hati seakan tak sejalan, mereka memberontak untuk segera menyelesaikan malam ini.
Hati yg berbicara untuk menahan segala rasa kecewa. Sedangkan pikiran berencana untuk meyudahi segala kelaraan yg pada malam ini. Aku bersyukur hatiku dapat mengalahkan egoku.
Karena, ketika saya menahan sebuah sifat egosentris dengan mengikuti mengatakan hati, maka saya menyelamatkan diriku sendiri dari beribu penyesalan.
Hati akan sering lebih akbar dari sebuah ego. Walaupun, absolut manusia adalah mahluk yg berpikir, namun manusia juga takan luput dari sebuah emosi yg kian melanda jiwa. Ketika manusia sedang merasakan emosi, manusia lebih mengutamakan sebuah ego dibanding mengatakan hatinya.
Sama halnya dengan datangnya malam yg gelap, emosi kian menciptakan kita gulita & membutakan mata. Namun, kalau kita sadari datangnya malam yg gelap itu sering di sertai dengan sebuah cahaya walaupun cahaya itu tak sering memberikan sebuah sinar yg terang.
Jika kita percaya, cahaya itulah yg akan menuntun kita pada ketenangan hati yg selama ini kita cari. Kemarin 23:06
Malam bagaikan sebuah dejavu. Yang seakan pernah saya lewati sebelum datangnya gulita menyelimuti ketiak malam.
Malam diantara bintang yg mulai menghilang & sang rembulan yg mulai meredupkan sinarnya.
Entah, apa yg sedang saya rasakan pikiran & hati seakan tak sejalan, mereka memberontak untuk segera menyelesaikan malam ini.
Hati yg berbicara untuk menahan segala rasa kecewa. Sedangkan pikiran berencana untuk meyudahi segala kelaraan yg pada malam ini. Aku bersyukur hatiku dapat mengalahkan egoku.
Karena, ketika saya menahan sebuah sifat egosentris dengan mengikuti mengatakan hati, maka saya menyelamatkan diriku sendiri dari beribu penyesalan.
Hati akan sering lebih akbar dari sebuah ego. Walaupun, absolut manusia adalah mahluk yg berpikir, namun manusia juga takan luput dari sebuah emosi yg kian melanda jiwa. Ketika manusia sedang merasakan emosi, manusia lebih mengutamakan sebuah ego dibanding mengatakan hatinya.
Sama halnya dengan datangnya malam yg gelap, emosi kian menciptakan kita gulita & membutakan mata. Namun, kalau kita sadari datangnya malam yg gelap itu sering di sertai dengan sebuah cahaya walaupun cahaya itu tak sering memberikan sebuah sinar yg terang.
Jika kita percaya, cahaya itulah yg akan menuntun kita pada ketenangan hati yg selama ini kita cari. Kemarin 23:06