• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mahasiswi Unpas Tertimpa Batu Jelang Puncak Semeru

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
EVfT9.jpg
Dania Agustina Rahman, mahasiswi Unpas Bandung, yang tengah mendaki Gunung Semerudipastikan meninggal karena tertimpa batu yang menggelinding dari puncak Semeru, Rabu (12/8) pagi. Kesaksian peristiwa itu disampaikan pendaki dari rombongan yang lain, Yoga dan Hendri, yang berada di depan Dania.

Selain menewaskan Dania, pendaki lainnya juga mengalami patah tulang kaki tertimpa batu. Lokasi kejadian hanya beberapa puluh meter saja dari puncak Mahameru.

Sekitar pukul 07.00, baik Yoga maupun Hendri mendengar teriakan peringatan ada batu jatuh dari para pendaki lain. Saat itu posisi Hendri jauh di atas rombongan kelompoknya.

"Waktu itu sudah terang, matahari sudah terbit, karena ada suara ribut itu saya lihat ke bawah, saya masih bisa lihat ada batu berguling, terus meluncur ke bawah sampai batas vegetasi," kata Hendri.

Yoga bersama Rendika yang masih bergerak dalam posisi bersamaan dengan mayoritas anggota kelompok, berada di bawah titik asal longsoran batu.

"Kami sepertinya sudah mendekati puncak. Di atas tiba-tiba ada yang teriak "awas batu!" Lalu Diteriaki lagi, "batu ke kiri", pendaki pada bergeser ke kanan. Batunya segede helm, tapi batu itu membentur tebing lagi, pecah jadi dua dan berpencar. Batunya ada yang ke kiri dan yang ke kanan," terang Yoga yang posisinya berdekatan dengan kakaknya dan korban Dania Agustina ( korban yang meninggal).

Yoga menyebut posisinya sedikit di atas sang kakak. Sedangkan korban Dania berada di bawah Rendika.

"Batunya udah kecil sebenarnya, tapi laju batu kencang. Setelah kena kaki kakak, terus batu ke korban yang cewek (Dania), tepat kena di wajahnya, sepertinya langsung meninggal," papar Yoga.

Yoga menggambarkan, waktu itu korban Dania dalam posisi kelelahan.

"Dia sepertinya sudah gak kuat, tapi dipaksa temannya. Dia lagi duduk kecapekan, pas ada teriakan dia sempat pindah posisi tapi setelah batu terpecah, belum sempat pindah posisi lagi sampai akhirnya kena," tambah Yoga.

Menurut Yoga saat itu Dania berdua dengan seorang rekannya. Dania bukan bagian dari kelompok pendakian Yoga dan Hendri.

Sebagai gambaran, area atau jalur pendakian menuju Mahameru merupakan medan yang sepenuhnya terdiri dari pasir dan bebatuan labil dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat. Di lokasi ini pergerakan pendakian dilakukan dengan merangkak. Para pendaki harus berbaris beriringan untuk bisa menuju puncak.

Selain Dania dan Rendika, sebenarnya ada satu korban longsoran batu lainnya.

"Ada satu ibu-ibu, posisinya jauh di atas rombongan, dia terpental masuk jurang tapi gak dalam, dia hanya mengalami memar di tangannya," ungkap Hendri.

Ketika mengetahui ada korban longsoran batu, Hendri mencoba mengevakuasi kedua korban dengan tenaga dan sarana seadanya.

"Teman-teman kami buat tandu seadanya untuk menurunkan korban. Tapi yang bikin saya sakit hati tidak ada pendaki lain yang membantu. Sampai ke Kalimati cuman kelompok kami dan satu dua orang saja yang bantu evakuasi. Yang lainnya diam saja, cuman tanya kenapa bang? Tapi gak bantu. Saya gak habis pikir," sesal Hendri.

Sesampai di pos Kalimati, sudah ada petugas TNBTS yang menunggu. Selanjutnya kedua korban dievakuasi langsung ke Ranupane oleh tim TNBTS. Dari Ranupane korban meninggal dunia dibawa ke Lumajang, sedangkan Rendika dilarikan ke RSSA Malang.

Rendika mengalami patah tulang di bagian kaki bawah sebelah kanan. Ada dua bagian tulang yang patah, yakni tulang kering dan tulang betis sisi bawah dekat pergelangan kaki.Ada luka terbuka di bagian tulang yang patah.

Kamis (13/8/2015) dinihari Rendika langsung dioperasi setelah ada kerabatnya yang berprofesi sebagai dokter datang membantu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.