Berita Lion Air Berencana Batalkan Pesanan, Boeing Bela Keamanan Pesawatnya

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 8 Dec 2018 at 10:25.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    732
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Perusahaan perakit pesawat Boeing menegaskan keamanan pesawatnya, di saat Lion Air berencana membatalkan pesanan pesawatnya dari Boeing, setelah kecelakaan Lion Air pada tanggal 29 Oktober lalu yang menewaskan semua 189 orang di dalamnya. Kementerian Transportasi Indonesia juga mengatakan bahwa pihaknya akan segera memberlakukan persyaratan baru untuk pelatihan simulator.

    Oleh: Cindy Silviana dan Eric M. Johnson (Reuters)

    Otoritas penerbangan di Indonesia dan India pada Kamis (6/12) mendorong lebih banyak pelatihan simulator untuk pilot Boeing Co 737 MAX setelah kecelakaan pesawat Lion Air yang mematikan, sementara pembuat pesawat terbesar di dunia tersebut menegaskan bahwa pesawat terlarisnya itu aman.

    Chief Executive Officer Boeing Dennis Muilenburg, mengatakan kepada pewawancara CNBC pada Kamis (6/12), bahwa ia “sangat yakin” pada keselamatan 737 MAX—versi terbaru dari pesawat yang telah melakukan perjalanan penumpang selama beberapa dekade.

    “Kami tahu bahwa pesawat kami aman,” kata Muilenburg. “Kami belum mengubah filosofi desain kami.”

    Komentar Muilenburg datang pada hari yang sama ketika regulator penerbangan India mengatakan bahwa pilot 737 MAX harus dilatih pada simulator yang mereplikasi dugaan skenario yang menyebabkan kecelakaan, sementara Kementerian Transportasi Indonesia mengatakan akan segera memberlakukan persyaratan baru untuk pelatihan simulator.

    Juga pada Kamis (6/12), Lion Air mengkonfirmasi laporan Reuters sebelumnya bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan membatalkan pesanan 737 MAX, setelah pesawat jet itu jatuh ke Laut Jawa pada tanggal 29 Oktober lalu, yang menewaskan semua 189 orang di dalamnya.

    Lion Air—maskapai penerbangan swasta—memiliki pesanan 190 pesawat Boeing senilai $22 miliar yang menunggu untuk dikirim, selain 197 pesawat yang telah diambil, menjadikannya sebagai salah satu pelanggan ekspor Amerika Serikat (AS) terbesar. Pelanggan MAX lainnya—termasuk perusahaan-perusahaan transportasi besar AS—telah menegaskan kembali bahwa mereka percaya pada pesawat itu.

    Para penyelidik kecelakaan memusatkan perhatian pada kemungkinan bahwa sistem anti-mogok baru yang berulang kali mendorong ke bawah hidung pesawat Lion Air itu, didorong oleh data yang salah dari sensor yang rusak, setelah penerbangan berbahaya sebelumnya.

    Boeing telah mengatakan bahwa prosedur kokpit yang diterapkan pada penerbangan sebelumnya sudah siap untuk mengatasi masalah seperti itu. Tetapi regulator AS mengatakan bahwa Boeing juga memeriksa kemungkinan perbaikan perangkat lunak, setelah mendapat kecaman karena tidak menjabarkan perubahan terbaru pada sistem otomatis dalam manual untuk 737 MAX.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG