Blog Sakinah
IndoForum Newbie D
- No. Urut
- 176628
- Sejak
- 6 Jul 2012
- Pesan
- 90
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
Hidup itu tidak pernah datar dan hidup juga tidak lurus terus, melainkan berkelok. Life is never flat and life is never straight. Ingatlah bahwa hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka dan tanpa bencana. Karena Allah berjanji akan menguji hamba-Nya yang dicintai. Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar. Tapi Ia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban dari setiap doa.
Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses, suatu saat ia harus bersiap menghadapi kerugiaan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya di landa kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati, tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan datang menghampirinya.
Ujian dalam bentuk lain yang di terima seseorang, ketika semua berjalan mulus sesuai rencana, keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi, sehingga dia merasa hidup di surga, ini di berikan untuk membuat dia terbuai dan terpesona. Merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaan-Nya, inilah yang di sebut Istidraj. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak di ridhoi-Nya, ataukah ada rezeki yang di peroleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang di peroleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridho-Nya, Janganlah sampai, sekedar menatap pun Dia tidak sudi, adakah malang dan duka yang lebih dari ini?
Karena fitrah ujian adalah setara dengan kekuatan diri, jurus jitu selanjutnya adalah yakini bahwa kita mampu menghadapinya, tetapi banyak di antara kita yang merasa begitu sengsaranya sampai berkeluh kesah dengan ujian yang di hadapinya.
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir". (Surah Al-Baqarah, Ayat 286)
Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Untuk ujian kesenangan, sudah pasti bahwa sikap terbaik kita adalah bersyukur kepada Allah atas karunia yang di berikan. Untuk ujian kesengsaraan, kita harus bersabar dan mengimani bahwa musibah itu bagian dari jalan hidup yang Allah gariskan, ia akan merasa tenang dan ketenangan akan mempercepat pemecahan masalah. Dalam cobaan pun berlaku hukum kausalitas. Hukum kausalitas mengatakan,” Bahwa tidak ada asap kalau tidak ada api.” Ada akibat karena ada sebab dan keduanya adalah selaras dalam muatannya. Jemputlah solusi, jangan menunggu, berikhtiarlah mencari jalan keluar karena yakinlah bahwa Allah memberikan masalah satu paket dengan jalan keluarnya. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya.
Orang yang diberi cobaan dan ujian harus senantiasa bersabar karena sabar merupakan kunci dari segala persoalan. Sifat sabar harus selalu melekat pada diri kita selagi hidup di dunia, karena dengan cara inilah kita akan KUAT Bertahan, Tabah menjalani…….Insyaallah (smg Allah, melimpahkan kesabaran dihatimu Sobatku)). Dan orang sabar itu akan mendapatkan pahala tanpa batas dari Allah .
Ya benarlah, semua akan berganti……..bahkan ujian itu sendiri kan berganti, bahkan tangis itu kan berganti……..karena memang Tak Ada duka yang Abadi..Tak Ada ujian yang Abadi…….Semua akan bergulir, seiring Waktu yang berjalan…….selama kita Tetap SABAR…..SABAR…….SABAR menjalaninya…..Sungguh..Allah memiliki anugerah-anugerah pada masa-masa kehidupanmu, Bersiap-siaplah untuk menerimanya
Karena Allah Akan terlebih dulu menguji Seberapa besarkah kesabaran kita sebelum ia melimpahkan kebahagiaan-Nya, Sebelum ia limpahkan Anugerah terindah-Nya
Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses, suatu saat ia harus bersiap menghadapi kerugiaan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya di landa kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati, tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan datang menghampirinya.
Ujian dalam bentuk lain yang di terima seseorang, ketika semua berjalan mulus sesuai rencana, keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi, sehingga dia merasa hidup di surga, ini di berikan untuk membuat dia terbuai dan terpesona. Merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaan-Nya, inilah yang di sebut Istidraj. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak di ridhoi-Nya, ataukah ada rezeki yang di peroleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang di peroleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridho-Nya, Janganlah sampai, sekedar menatap pun Dia tidak sudi, adakah malang dan duka yang lebih dari ini?
Karena fitrah ujian adalah setara dengan kekuatan diri, jurus jitu selanjutnya adalah yakini bahwa kita mampu menghadapinya, tetapi banyak di antara kita yang merasa begitu sengsaranya sampai berkeluh kesah dengan ujian yang di hadapinya.
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir". (Surah Al-Baqarah, Ayat 286)
Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Untuk ujian kesenangan, sudah pasti bahwa sikap terbaik kita adalah bersyukur kepada Allah atas karunia yang di berikan. Untuk ujian kesengsaraan, kita harus bersabar dan mengimani bahwa musibah itu bagian dari jalan hidup yang Allah gariskan, ia akan merasa tenang dan ketenangan akan mempercepat pemecahan masalah. Dalam cobaan pun berlaku hukum kausalitas. Hukum kausalitas mengatakan,” Bahwa tidak ada asap kalau tidak ada api.” Ada akibat karena ada sebab dan keduanya adalah selaras dalam muatannya. Jemputlah solusi, jangan menunggu, berikhtiarlah mencari jalan keluar karena yakinlah bahwa Allah memberikan masalah satu paket dengan jalan keluarnya. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya.
Orang yang diberi cobaan dan ujian harus senantiasa bersabar karena sabar merupakan kunci dari segala persoalan. Sifat sabar harus selalu melekat pada diri kita selagi hidup di dunia, karena dengan cara inilah kita akan KUAT Bertahan, Tabah menjalani…….Insyaallah (smg Allah, melimpahkan kesabaran dihatimu Sobatku)). Dan orang sabar itu akan mendapatkan pahala tanpa batas dari Allah .
Ya benarlah, semua akan berganti……..bahkan ujian itu sendiri kan berganti, bahkan tangis itu kan berganti……..karena memang Tak Ada duka yang Abadi..Tak Ada ujian yang Abadi…….Semua akan bergulir, seiring Waktu yang berjalan…….selama kita Tetap SABAR…..SABAR…….SABAR menjalaninya…..Sungguh..Allah memiliki anugerah-anugerah pada masa-masa kehidupanmu, Bersiap-siaplah untuk menerimanya
Karena Allah Akan terlebih dulu menguji Seberapa besarkah kesabaran kita sebelum ia melimpahkan kebahagiaan-Nya, Sebelum ia limpahkan Anugerah terindah-Nya