• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Leicester juara Piala FA

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.725
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Leicester juara Piala FA.

Leicester pemenang Piala FA


Gelandang Leicester City Youri Tielemans (kiri) mengerjakan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Chelsea dalam partai final Piala FA di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (15/5/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Matthew Childs)

Jakarta (ANTARA) - Leicester City menjuarai Piala FA 2020/21 seusai mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 dalam partai final di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu waktu setempat (MInggu WIB).

Youri Tielemans sang pencetak gol semata wayang jelas patut disemati gelar pahlawan kemenangan Leicester atas Chelsea.

Namun, kiper Kasper Schmeichel juga berperan penting atas dua penyelamatan gemilangnya yg mementahkan peluang Chelsea.

Selain itu, kehadiran VAR turut menolong kemenangan Leicester, setelah menganulir gol balasan Chelsea dua menit jelang bubaran waktu normal.

Ini jadi raihan trofi Piala FA perdana Leicester, yg sebelumnya sering gagal dalam empat penampilan di final.

Brendan Rodgers juga meraih trofi pertamanya bersama Leicester setelah tiba pada musim dharap 2019, begitu catatan laman resmi FA.

Baca juga: Brendan Rodgers harap juarai Piala FA untuk mendiang pemilik Leicester

Babak perdana partai final berlalu tanpa satu pun tembakan tepat target dapat dibukukan oleh kedua tim, yg sering kesulitan untuk mengerjakan permainan apik di sepertiga akhir lapangan masing-masing.

Bek tengah Caglar Soyuncu jadi ancaman utama pertahanan Chelsea dalam beberapa keadaan bola mati yg diperoleh Leicester, tetapi pemain asal Turki itu gagal menemui target saat menyambut bola tendangan bebas kiriman Tielemans pada menit ke-20.

Sebaliknya peluang terbaik Chelsea tercipta pada menit ke-39 saat Timo Werner berusaha melepaskan tembakan dari sisi kanan kotak penalti, tetapi Wesley Fofana mengerjakan dua hadangan beruntun untuk menghalau bola melesat menuju gawang.

Bek gaek Leicester, Jonny Evans, yg sebelumnya diragukan dapat tampil sempat main sejak sepak mula, tetapi harus masuk ruang ganti lebih awal karena cedera yg dideritanya pada menit ke-34.

Memasuki babak kedua, Leicester tampak lebih bergairah & sanggup merepotkan pertahanan Chelsea hingga akhirnya jala gawang di Wembley bergetar pada menit ke-63 setelah Tielemans memecah kebuntuan.

Berawal dari kegigihan Ayoze Perez memotong umpan dari lini belakang Chelsea, bola dikirimkan oleh Luke Thomas ke arah Tielemans yg punya ruang terbuka lebar di luar kotak penalti untuk melepaskan tembakan keras nan cantik ke pojok kiri atas gawang jauh dari jangkauan kiper Kepa Arrizabalaga.

Baca juga: Final Piala FA, Tuchel perdana dampingi Chelsea di depan suporter

Gol itu memaksa Thomas Tuchel mengerjakan empat pergantian beruntun dalam kurun waktu delapan menit dengan memasukkan Christian Pulisic, Ben Chilwell, Kai Havertz & Callum Hudson-Odoi, masing-masing menggantikan Hakim Ziyech, Marcos Alonso, Jorginho & Cesar Azpilicueta.

Chilwell yg tampil menghadapi bekas timnya nyaris menciptakan kedudukan imbang pada menit ke-78 lewat tandukannya, tetapi bola dapat dimentahkan oleh kombinasi reaksi Schmeichel & tiang gawang.

Chelsea terus menekan & tiga menit jelang bubaran waktu normal kembali memperoleh peluang bagus, sayang Schmeichel bereaksi sigap untuk menepis tembakan Mason Mount yg tinggal melesak ke dalam gawang.

Drama terjadi dua menit jelang bubaran waktu normal, ketika bola sapuan Wes Morgan membentur Chilwell & berakhir masuk ke dalam gawang Leicester.

Namun, selebrasi suporter Chelsea reda ketika wasit Michael Oliver & VAR menyatakan Chilwell sudah lebih dulu terjebak offside dalam proses serangan sehingga gol dianulir.

Penganuliran gol itu bak spon yg menyedot gairah para pemain Chelsea, & mereka gagal bangkit setelah waktu normal & lima menit injury time berakhir, memastikan Leicester sebagai pemenang Piala FA.

Baca juga: Evans tegaskan Leicester punya kepercayaan diri tatap final Piala FA
Baca juga: Head-to-head Chelsea vs Leicester jelang final Piala FA

Berita diatas dikutip dari internet, jika Leicester juara Piala FA adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.