• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

layanin 3G Kembali Bangkit?

al_hudzaifah

IndoForum Junior A
No. Urut
18915
Sejak
16 Jul 2007
Pesan
3.389
Nilai reaksi
60
Poin
48
layanin 3G Kembali Bangkit?

10 Mei 2009


Saat diluncurkan, layanin 3G hanya meledak di awal dan suram hingga sekarang. Namun kenaikan akses internet lewat selular bisa menjadi peluang. layanin data juga menjadi penting bagi operator, karena revenue yang makin menjanjikan.

Saat pertama diluncurkan pada 2006, pertumbuhan 3G luar biasa dengan pelanggan mencapai 5 juta hanya dalam setahun. Namun tahun-tahun berikutnya pertumbuhan 3G mengecewakan. Padahal operator mengeluarkan investasi besar di infrastruktur, serta membayar izin yang mahal.

Operator sangat wajar jika mulai khawatir dengan masa depan investasi broadband mobile. Apalagi tantangan semakin besar, karena krisis membuat lingkungan ekonomi sulit diprediksi. Selain itu, krisis juga menyebabkan makin sulit mendapatkan growth yang fenomenal.

Tapi Head Nokia Siemens Networks Indonesia Arjun Trivedi menyanggah 3G di Indonesia akan semakin suram. “Kita akan bisa melihat pertumbuhan dan bisa berharap masa depan mobile broadband,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, trend trafik hingga 2015 akan tumbuh di atas rata-rata di seluruh dunia. Selain itu statistik di Indonesia menunjukkan pelanggan WCDMA hingga akhir tahun akan melonjak lebih dari dua kali lipat. HSDPA akan tumbuh 1,6 juta dan fixed broadband akan tumbuh 1,7 juta.

layanin data juga akan makin berperan. Arjun menilai saat ini terjadi trend penurunan revenue dari voice. Sementara layanin data menjadi penting, karena pendapatan yang dihasilkan semakin besar. Namun untuk mengikuti trend di layanin data, perlu investasi terutama di lapisan akses dan transport dalam rangka memenuhi pertumbuhan trafik yang besar.

“Memang masih ada keraguan masa depan investasi saat sekarang. Namun Indonesia jelas membutuhkan konektivitas broadband. Padahal revenue data di seluruh dunia tumbuh dan ini bisa terjadi di Indonesia,” katanya.

Arjun menilai pemerintah Indonesia harus mencari keseimbangan antara melindungi kebutuhan konsumen dan mempromosikan jaringan broadband masa mendatang. Karena broadband sangat signifikan menunjang produktivitas dan pertumbuhan. Namun hal itu tidak datang secara gratis.

“Beda dengan sektor lain, telekomunikasi tidak membutuhkan bail out dari pemerintah. Tapi yang lebih penting adalah kebijakan yang pro investasi berupa pembebasan pajak, tersedianya spektrum lebih banyak, serta melindungi kompetisi yang terbuka,” imbuhnya.

Pemerintah menetapkan penetrasi broadband sebesar 20% pada 2012. Broadband diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempeluas lapangan kerja serta gaya hidup masyarakat yang membuka peluang terhadap ekonomi.

Ketua Umum Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) Setyanto P Santosa yakin broadband akan membawa Indonesia ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Namun untuk mencapai itu diperlukan pemahaman dan menyamakan persepsi di antara pemangku kepentingan.

Dalam situasi ekonomi yang kurang menguntungkan, industri perlu mendefinisikan bagaimana, kapan, dan di mana teknologi ini akan mendorong pertumbuhan di Indonesia.

Operator juga harus mengidentifikasi berbagai peluang baru di bisnis broadband. “Kami sangat percaya broadband membawa Indonesia ke tingkat pertumbuhan lebih tinggi,” tambahnya.

(Sumber : inilah.com)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.