• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik 'Kutu Loncat' Makin Banyak Di 2014

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. askom
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

askom

IndoForum Beginner B
No. Urut
180915
Sejak
29 Agt 2012
Pesan
956
Nilai reaksi
0
Poin
16
Sosialisasi-Pemilu-2014-ANT_7001.jpg


JAKARTA - Menjelang pemilihan umum 2014, stabilitas politik diperkirakan akan memanas. Apalagi usai penetapan sepuluh partai politik peserta pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Isu penggabungan parpol hingga politisi kutu loncat diperkirakan meningkat.

Pengamat politik dan sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Arie Sudjito kepada wartawan, tadi malam mengatakan, pada tahun 2013, jumlah politisi kutu loncat akan mengalami peningkatan. Apalagi dengan semakin sederhananya jumlah parpol, peta kekuatan politik akan semakin mudah dibaca. Akibatnya, para politisi langsung sigap mencari partai yang lebih besar, ketimbang bernaung di partai pinggiran. Kutu loncat akan besar-besaran. Ini modus lama, karena partai saat ini hanya menjadi institusi administatif politik, kata Arie.

Banyak politisi, lanjut Arie, yang menilai semua partai politik sama saja. Partai tak lagi diperhitungkan sebagai institusi dengan nilai dan ideologi yang harus dijaga dan diperjuangkan. Sehingga menjelang pemilu 2014 diperkirakan kapasitas dan kelembagaan partai tak akan sejalan. Partai politik, bahkan yang sudah mapan dan tua sekalipun diniainya akan mengalami pengikisan nilai.

Lantaran partai diisi oleh individu-individu yang lebih mempertimbangkan oligarki ketimbang rakyat, menurut Arie, jati diri partai akan meluntur. Semua partai di mata rakyat akan terlihat sama dan monoton. Semua partai pun akan menempuh langkah yang sama melalui politik pencitraan. Tapi, pencitraan cenderung dilakukan politisi untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Politisi tidak lagi mempertimbangkan rakyat, yang paling penting bagi mereka kepentingan penguasa atau pemodal yang bisa membantu mewujudkan keinginan mereka, ungkapnya



http://www.iyaa.com/berita/nasional/polhukam/2429479_1141.html
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.