• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kerokan dan Pijat Kini Dipelajari di Universitas

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
lvSDk.jpg
Jamu atau obat herbal kini tidak lagi dianggap sebagai pengobatan kuno. Karena, saat ini, berbagai produsen obat mulai menggunakan jamu atau bahan-bahan herbal sebagai bahan baku.
Seperti yang diungkapkan Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU Dr Soetomo, Surabaya, Dr. Arijanto Jonosewojo, kini sudah mulai dilakukan penelitian terhadap jamu dan obat-obatan herbal lainnya dalam mengobati penyakit.

Meski begitu, Arijanto tetap menyarankan bahwa masyarakat sebaiknya memilih jamu yang sudah lulus uji klinik. Bukan hanya mencapai uji pra klinik. Karena, uji pra klinik masih merupakan uji pada hewan yang belum tentu juga baik jika dilakukan pada manusia.
cXCZh.jpg
"Ini yang saya sayangkan. Banyak produsen obat herbal yang obatnya baru melalui proses uji pra klinik. Pada dasarnya kan manusia dan hewan itu berbeda," ujar dia saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Dr Arijanto melanjutkan, pernah ada satu kasus, di mana suatu obat baik ketika dilakukan uji pra klinik. Namun, memiliki efek buruk saat melalui uji klinik atau dicoba pada manusia.

Oleh karena itu, masyarakat diminta teliti. Sementara itu, berbagai penelitian dan pendidikan mengenai obat herbal harus terus dikembangkan serta diperbaiki oleh para dokter. Bahkan, demi memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan tradisional, dibuat kurikulum mengenai obat herbal dalam dunia kedokteran di sebuah universitas di Surabaya.

"Sekarang, ada pendidikan di Fakultas Kedokteran mengenai pengobatan herbal ini. Namanya battra atau pengobat tradisional," ujarnya.
fhBO0.jpg
Battra menurut Dr. Arijanto, berbeda dengan pendidikan kedokteran lainnya. Mereka pun tidak akan disebut dokter. Sebab, dokter harus terpaku pada undang-undang, sehingga sulit untuk berinovasi pada obat tradisional. Battra atau pengobat tradisional ini mempelajari berbagai pengobatan tradisional mulai dari obat hingga tekniknya.

"Kerokan ada di salah satu pelajarannya. Caranya seperti apa dan harus mulainya dari mana, itu ada semua," ucapnya.

Tidak hanya kerokan, cara pijat pun masuk sebagai salah satu pelajaran untuk calon battra. Melihat hal ini, Arijanto berharap para dokter mulai bisa memahami bahwa tidak semua pengobatan harus diukur secara rasional.

"Ada kalanya penyakit yang bertahun-tahun diberi obat yang katanya terbukti bagus, tapi nggak sembuh-sembuh. Giliran pakai pengobatan tradisional beberapa minggu saja sembuh. Jadi, dokter juga harus mengerti hal itu," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.