• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenapa Adanya Hari Raya?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kenapa Adanya Hari Raya?


Assalamu'alaikum gan?

Bagaimana hari rayanya? Pastinya menyenangkan nih
emoticon-Ngakak
.

Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin.

Ngomong-ngomong soal hari raya, saya akan membahas sedikit mengenai hari raya.
Adanya hari raya sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an, terdapat di surah Al-Maidah yaitu hidangan di hari raya.

Allah Swt. menurunkan hidangan yg terdiri dari roti, ikan, delima, & buah-buahan, serta beragam lainnya.

Dikisahkan pada suatu hari, salah seorang pengikut Isa as.berkata pada Isa as. "Wahai Isa as. putra Maryam, dapatkah Tuhanmu mengirimkan kepada kami sebuah hidangan dari surga?"

Tentu saja permintaan tersebut sangat mengejutkan Nabi Isa as. Jika bukan untuk menguji kenabiannya maka para pengikutnya bukan lain harap menguji kebesaran Allah Swt.

"Takutlah kepada Allah Swt. kalau kalian memang beriman," jawab Isa as.

Permintaan akbar pengikut Nabi Isa as bermula saat Allah swt. memerintahkan hamba-Nya mengerjakan puasa selama 30 hari. Nabi Isa as.pun kemudian menyampaikan perintah Allah swt. kepada para pengikutnya. Maka berpuasalah mereka selama sebulan atau 30 hari. Pada ujung bulan setelah mengerjakan puasa, para pengikut Isa as. pun meminta hadiah.

Tak tanggung-tanggung, mereka meminta sesuatu yg sangat besar. Mereka mengiginkan sebuah hidangan diturunkan dari langit untuk mereka berbuka puasa.

Mendengar permintaan pengikutnya, Nabi Isa as. tak habis pikir. Telah banyak mukjizat yg Allah swt. berikan padanya, namun pengikutnya tak kunjung merasa puas. Nabi Isa as. takut pengikutnya akan seperti umat terdahulu yg meminta sesuatu yg akbar kepada Allah swt. namun berujung pada kekafiran. Nabi Isa as. enggan menyetujui permintaan pengikutnya tersebut.

Mereka mengharapkan hari raya atas puasa yg mereka lakukan dengan turunnya hidangan dari langit. Mereka pun beralasan kepada Nabi Isa as. "Kami meminta hidangan itu karena kami harap memakannya & supaya tentram hati kami, supaya keimanan kami jadi lebih kuat & supaya kami mengetahui bahwa kau memang menyampaikan hal yg benar & kami jadi orang-orang yg menyaksikan hidangan itu," ujar mereka.

Pengikutnya terus bersikeras, Nabi Isa as. pun tak sanggup menolak. Dia kemudian bersiap menuju tempat peribadatannya. Nabi Isa as. memohon kepada Allah swt. supaya permintaan umatnya dikabulkan.

"Ya Rabb, turunkanlah kepada kami sebuah hidangan dari langit, yg hari turunnya akan jadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yg bersama kami & yg datang sesudah kami, & jadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Beri rezekilah kami, & Engkaulah sang Maha Pemberi Rezeki," pinta Nabi Isa as.

Allah swt.pun kemudian mengabulkan utusan-Nya. Allah kemudian berfirman," Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu. Barangsiapa yg kafir sesudah turunnya hidangan itu maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yg tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun diantara umat manusia," firman Allah.

Maka sebuah meja suci berisi banyak makanan, atau disebut dengan Al-Maidah turun dari langit. Dua buah awan mengapitnya & membawanya turun menuju Nabi Isa as. Sementara, para pengikutnya menyaksikan peristiwa menakjubkan tersebut. Nabi Isa as. terus berdoa supaya hidangan tersebut jadi rahmat & bukan azab. Saat menerimanya, Nabi Isa as. pun membuka kain penutup hidangan tersebut seraya berkata," Dengan nama Allah swt. sebaik-baik pemberi rezeki," ujarnya.

Dikabarkan, hidangan tersebut terdiri atas ikan, delima, & buah-buahan & beragam lainnya. Aromanya pun sangat harum semerbak. Menerima kasih sayang Allah swt. Nabi Isa as.pun kemudian bersujud yg kemudian diikuti para pengikutnya. Lalu, para pengikut Nabi Isa as. bertanya,"Wahai Roh Allah swt, apakah ini makanan dari dunia, ataukah dari surga?"

Nabi Isa as. dengan sabar menjawab,"Bukankah Allah swt. sudah melarang kalian mengajukan pertanyaan macam ini. Hidangan ini dari ilahi, Allah swt Maha Berkuasa cuma mengatakan 'jadilah', maka jadilah hidangan ini. Ini adalah tanda dari Allah swt. sekaligus peringatan manusia supaya beriman," ujar Nabi Isa as.

Tibalah saat menyantap hidangan. Namun bukan bersegera memakannya, para pengikut Nabi Isa as. menyuruh Nabi memakannya terlebih dahulu. "Kami tidak akan makan sebelum engkau memakannya," ujar mereka.

Nabi Isa as.pun menjawab, "Bukankah kalian yg meminta ini sejak awal?" ujarnya. Namun, mereka tetap enggan menyentuh hidangan tersebut. Maka Nabi Isa as.pun memanggil para fakir miskin & orang sakit. Mereka diberikan kesempatan menyantap hidangan luar biasa tersebut. Setelah memakannya, tiba-tiba mereka yg sakit jadi sembuh, yg cacat jadi normal, yg sekarat jadi sehat. Melihatnya, para pengikut Nabi Isa as. yg meminta hidangan sejak awal itu pun menyesal tak menyantapnya perdana kali.

Keajaiban Al-Maidah pun masih terlihat saat disantap. Meski ribuan orang memakannya, hidangan tersebut tak kunjung habis. Setiap yg memakannya pun mendapat kebaikan yg banyak. Keajaiban Al-Maidah ini pun dikemudian hari jadi satu dari mukjizat Nabi Isa as. yg disalahartikan pengikutnya. Mereka kemudian melupakan esensi mukjizat Allah swt. & justru menganggap Nabi Isa as. sebagai putra Allah swt. kemudian menyembahnya.

Kisah Al-Maidah ini diberitakan dalam Al-Quran, bahkan diabadikan jadi nama surah, yakni surah Al-Maidah. Kisah tersebut terdapat dalam surah Al-Maidah ayat 110-120. Terdapat pula hadist yg mengisahkannya dari beberapa sahabat, seperti Ibnu Abbas & Salman al-Farisi.
Selesai.

Sampai disini dulu ya pembahasan kita mengenai kisah hari rayanya
emoticon-Malu
.

Wassalamu'alaikum. Hari ini 06:47
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.