Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Beberapa hari ini santer terdengar isu dari beberapa Media Nasional terkait rencana pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM. Yang kemudian terjadi pro & kontra di beberapa akbar masyarakat kita terkait rencana Pemerintah ini. Banyak pihak yg kemudian menyayangkan hal ini, karena menurut mereka tidak pantas rasanya menaikkan harga BBM di tengah kondisi ekonomi yg sedang carut marut ini.
Padahal menurut ane, kenaikan BBM yg terjadi sudah merupakan solusi akhir. Karena saat ini harga minyak dunia mengalami peningkatan yg pesat, sehingga mau tidak mau pemerintah harus ikut menaikkan harga di dalam negeri untuk mencegah semakin akbar nya subsidi ke masyarakat.
Berikut trend kenaikan harga minyak dunia yg saya kutip dari Disway.Id
Dengan meningkat nya angka kenaikan harga minyak dunia, maka mau tidak mau pemerintah pun harus berpikir keras bagaimana supaya kenaikan ini tidak berpengaruh akbar ke dalam tanggungan APBN yg tentunya sangat berimpilikasi akbar pada anggaran belanja negara & pembangunan.
Bahkan berita yg saya baca hari ini saja informasi dari Menteri Keuangan, apabila harga pertalite tidak di naikkan maka tanggungan subsidi pemerintah melonjak 198 Triliun dari subsidi sekarang saja sudah mencapai 502 Triliun.
So, dengan data-data tersebut menurut ane kenaikan harga pertalite tidak dapat kita hindari lagi.
Hal ini di lakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi & pembangunan di Negara ini.
Bahkan, dari data yg ane dapat gan di Internet harga keekonomian pertalite itu semestinya Rp 17.100,- sedangkan di Indonesia masih di jual dengan harga Rp 7.650,- sedangkan harga keekonomian solar Rp. 19.000,- namun di Indonesia di jual dengan harga Rp. 8000 - Rp. 10.000 di eceran.
Jadi Jelas dari sini memang tergambar seberapa akbar dana yg harus di keluarkan pemerintah untuk memenuhi subsidi ini. Maka dari itu ane sih berpendapat subsidi baik untuk menjaga roda perekonomian berjalan, tetapi kalau terlalu akbar justru akan menciptakan Negara jadi hancur karena berkurang nya kemampuan Pemerintah mengerjakan pembangunan, membayar utang negara, & akhirnya akan menciptakan banyak Investor lari dari Indonesia karena infrastruktur yg tidak memadai.
Sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...amina-hari-ini
https://money.kompas.com/read/2022/0...tanpa-subsidi-
Hari ini 18:44
Padahal menurut ane, kenaikan BBM yg terjadi sudah merupakan solusi akhir. Karena saat ini harga minyak dunia mengalami peningkatan yg pesat, sehingga mau tidak mau pemerintah harus ikut menaikkan harga di dalam negeri untuk mencegah semakin akbar nya subsidi ke masyarakat.
Berikut trend kenaikan harga minyak dunia yg saya kutip dari Disway.Id
Dengan meningkat nya angka kenaikan harga minyak dunia, maka mau tidak mau pemerintah pun harus berpikir keras bagaimana supaya kenaikan ini tidak berpengaruh akbar ke dalam tanggungan APBN yg tentunya sangat berimpilikasi akbar pada anggaran belanja negara & pembangunan.
Bahkan berita yg saya baca hari ini saja informasi dari Menteri Keuangan, apabila harga pertalite tidak di naikkan maka tanggungan subsidi pemerintah melonjak 198 Triliun dari subsidi sekarang saja sudah mencapai 502 Triliun.
So, dengan data-data tersebut menurut ane kenaikan harga pertalite tidak dapat kita hindari lagi.
Hal ini di lakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi & pembangunan di Negara ini.
Bahkan, dari data yg ane dapat gan di Internet harga keekonomian pertalite itu semestinya Rp 17.100,- sedangkan di Indonesia masih di jual dengan harga Rp 7.650,- sedangkan harga keekonomian solar Rp. 19.000,- namun di Indonesia di jual dengan harga Rp. 8000 - Rp. 10.000 di eceran.
Jadi Jelas dari sini memang tergambar seberapa akbar dana yg harus di keluarkan pemerintah untuk memenuhi subsidi ini. Maka dari itu ane sih berpendapat subsidi baik untuk menjaga roda perekonomian berjalan, tetapi kalau terlalu akbar justru akan menciptakan Negara jadi hancur karena berkurang nya kemampuan Pemerintah mengerjakan pembangunan, membayar utang negara, & akhirnya akan menciptakan banyak Investor lari dari Indonesia karena infrastruktur yg tidak memadai.
Sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...amina-hari-ini
https://money.kompas.com/read/2022/0...tanpa-subsidi-
Hari ini 18:44