• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

>> Kemana danang-danang Palestina Mengalir? <<

al_hudzaifah

IndoForum Junior A
No. Urut
18915
Sejak
16 Jul 2007
Pesan
3.389
Nilai reaksi
60
Poin
48
Kemana danang-danang Palestina Mengalir?


Sabtu, 17 November 2007

Laporan Langsung dari arena Konferensi Internasional Al-Quds di Istanbul, 15-17 Nopember 2007
Dzikrullah W Pramudya and Santi Soekanto
Istanbul



Hidayatullah.com--Mufti besar Al-Quds Syeikh Mohammed Hussein, kemarin di Konferensi Internasional Al-Quds yang sedang berlangsung di kotaIstanbul menyampaikan keluhan, ''danang dikumpulkan untuk Al-Quds dan Palestina di mana-mana, tapi kami tak tahu apa-apa. Kami tidak menerima uang itu. ''
Hidayatullah.commengumpulkan komentar dari beberapa peserta pameran di arena konferensi. Ada 103 organisasi wakaf untuk Palestina dari seluruh dunia yang mengikuti pameran tersebut. Ada yang mengkhususkan untuk membantu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain.
Ketika ditanya komentarnya tentang pernyataan Mufti Al-Quds, Sameer B. Alkhateeb, direktur Perhimpunan Insinyur Yordania yang menjadi peserta pameran di arena konferensi itu tersenyum dan menjawab, ''Tentu saja beliau tidak melihat uang kami, karena kami bekerja dengan para insinyur Palestina. Bagaimana kami menyalurkan danang-danang itu? Rahasia.''
Perhimpunan Insinyur Yordania telah sejak tahun 1958 menggencarkan usaha bantuan untuk merehabilitasi dan melestarikan ratusan bangunan di Al-Quds dan Palestina.
Menurut Sameer, sejak berdiri organisasinya telah menyalurkan bantuan bernilai jutaan dollar AS dalam bentuk pembangunan rumah, sekolah, rumah sakit dan lain-lain yang dihancurkan Zionis Israel.
Stand pameran organisasi Sameer sangat menarik perhatian karena pengunjung karena menyajikan miniatur komplek Al-Quds yang sangat detil, termasuk rumah-rumah tua di sekitar Masjidil Aqsa. Sameer mengaku sudah tiga kali berhasil memasuki Masjidil Aqsa namun sekarang ia tak pernah mendapatkan izin dari Zionis Israel.
Sebagai seorang insinyur sipil, ia menjelaskan secara detil mengenai bagaimana Zionis Israel membangun berbagai terowongan persis di bawah Masjidil Aqsa. Sementara itu mereka menyebarluaskan kepada dunia bahwa Qubatusy Syaqr, bangunan mirip masjid dengan kubah berwarna emas, itu seakan-akan adalah Masjidil Aqsa.
''Dengan begitu, jika suatu saat nanti Masjidil Aqsa roboh karena pondasinya sudah bertahun-tahun digerogoti oleh Israel, umat Islam tidak akan marah karena mereka mengira Masjidil Aqsa adalah yang berkumah emas, padahal bukan,'' jelasnya.
Komentar lain datang dari Hassan Othman, petugas humas di stand FIDDER, Perhimpunan Solidaritas Turki Palestina. Menurutnya, ''Mufti Al-Quds berafiliasi dengan pemerintahan Mahmoud Abbas, sedangkan organisasi kami tidak mau menyalurkan bantuan danang kepada pemerintah, dari faksi manapun mereka berasal. '' Ia melanjutkan, ''Dulu kami selalu menyalurkan danang kepada pemerintah langsung kepada Yasser Arafat, sekarang kami langsung menyalurkannya kepada organisasi-organisasi rakyat Palestina di lapangan.''
Petugas FIDDER yang lain, Hasan Bereket, asal Palestina menjelaskan bahwa LSM-LSM dari dalam Palestina biasanya mengajukan berbagai proposal untuk proyek kemanusiaan dan pendidikan, lalu organisasinya mengumpulkan danang dari masyarakat Turki. Sejak berdirinya tahun lalu, FIDDER telah menyalurkan danang sekitar 7,5 miliar rupiah.
Komentar dari Indonesia berasal dari Ferry Nur, Sekjen KISPA, Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina yang dibentuk oleh Majelis Ulama. ''KISPA menyalurkan danang lewat dua cara, pertama lewat Al-Quds Institute yang bermarkas di Beirut dan diantaranya tokohnya adalah Syeikh Yusuf Qaradhawi. Cara kedua adalah dengan langsung memberikannya kepada tamu-tamu Palestina yang berkunjung ke Indonesia, '' jelas Ferry.
Diantara tamu yang baru-baru ini dititipi danang rakyat Indonesia untuk Palestina adalah Dr Nawwaf Takruri, Ketua Perhimpunan Ulama Palestina yang datang ke Indonesia atas undangan Gema Insani Press, dalam rangka peluncuran bukunya Dahsyatnya Jihad Harta di Masjid Agung Al-Azhar beberapa pekan silam.
Meskipun tak punya stand di arena pameran, Ferry dengan penuh semangat 'bergerilya' membagikan kalender KISPA kepada para peserta konferensi yang hadir dari 70 negara. Untuk dapat memasuki arena pameran di gedung Feshane di kawasan Eyup itu, setiap orang harus mendaftarkan namanya di beberapa loket yang disediakan di depan pintu masuk.
Sesudah menyerahkan nama, alamat, dan identitasnya panitia akan memberikan sebuah tanda pengenal lengkap dengan barcode seperti harga barang di supermarket. Jika barcode yang Anda kenakan terdaftar pintu masuk pameran akan otomatis terbuka. [www.hidayatullah.com]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.