Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Banyak yg menyangka bahwa kebahagiaan berasal dari terpenuhinya segala yg kita harapkan, tidak salah memang, namun bagaimana kalau apa yang kitadapatkan tak sesuai yg di harapkan? bukankah akan semakin menyiksa? beberapa kalimat dari seorang bijak bestari di masa lalu menyebutkan, "hasrat adalah akar penderitaan, attachment atau kemelekatan sangatlah dekat dengan penderitaan, semakin sedikit kita memiliki hasrat & kemelekatan atas sesuatu, semakin kecil resiko kita akan menderita".
Apa yg di maksud dengan penderitaan di sini? adalah saat kita terlalu berhasrat & hasrat tersebut tak ter-realisasikan, tentu ada perasaan sedih, duka, kecewa & menurunnya semangat akan segala sesuatu,hal ini tentu dapat mempengaruhi psikologis kita, memberikan efek stress kalau keharapan tersebut sangat kuat namun realisasinya tak demikian.
Lalu bagaimanakah supaya kebahagiaan dapat kita capai? karena sejatinya kebahagiaan adalah di saat kita tidak berhasrat & melekat atas sesuatu, bagaimana dengan mimpi & harapan, bukankah kedua hal tersebut adalah motivasi kita untuk hidup? Betul sekali, namun tidak di sarankan terlalu terpaku & ambisius dengan mimpi-mimpi tersebut.
Cara mengkonversi atas kebahagiaan jadi kekuatan adalah dengan memiliki rasa syukur, rasa puas hati dengan apa yg kita dapatkan, meskipun tak dapat menutup kekecewaan, namun perlu kita ketahui beberapa hal bahwa kebahagiaan batin, jiwa & rohani sanggup menguatkan mental & fisik kita.
Membahagiakan diri dengan menguatkan pencerahan supaya kita tak mudah melekat & berambisi akbar atas sesuatu, dengan tak cuma mengejar keuntungan semata, tetapi juga hadir sebagai seorang yg menolong / memberi & berbagi pada sesama, tentu hal ini juga sanggup meningkatkan kebahagiaan.
Untuk jadi bahagia tidak perlu berpura-pura atau jadi orang kuat, karena saat kita berbahagia, kekuatan mental & jasmani kita semakin meningkat, di musim penyakit seperti ini, tentu kebahagiaan yg menguatkan imun, dapat menolong kita terhindar dari segala macam penyakit, termasuk penyakit spiritual, mental, & jiwa, jangan lupakan juga Asuransi Kesehatan untuk kebutuhan proteksi anda & sekeluarga.
Hari ini 15:05
Apa yg di maksud dengan penderitaan di sini? adalah saat kita terlalu berhasrat & hasrat tersebut tak ter-realisasikan, tentu ada perasaan sedih, duka, kecewa & menurunnya semangat akan segala sesuatu,hal ini tentu dapat mempengaruhi psikologis kita, memberikan efek stress kalau keharapan tersebut sangat kuat namun realisasinya tak demikian.
Lalu bagaimanakah supaya kebahagiaan dapat kita capai? karena sejatinya kebahagiaan adalah di saat kita tidak berhasrat & melekat atas sesuatu, bagaimana dengan mimpi & harapan, bukankah kedua hal tersebut adalah motivasi kita untuk hidup? Betul sekali, namun tidak di sarankan terlalu terpaku & ambisius dengan mimpi-mimpi tersebut.
Cara mengkonversi atas kebahagiaan jadi kekuatan adalah dengan memiliki rasa syukur, rasa puas hati dengan apa yg kita dapatkan, meskipun tak dapat menutup kekecewaan, namun perlu kita ketahui beberapa hal bahwa kebahagiaan batin, jiwa & rohani sanggup menguatkan mental & fisik kita.
Membahagiakan diri dengan menguatkan pencerahan supaya kita tak mudah melekat & berambisi akbar atas sesuatu, dengan tak cuma mengejar keuntungan semata, tetapi juga hadir sebagai seorang yg menolong / memberi & berbagi pada sesama, tentu hal ini juga sanggup meningkatkan kebahagiaan.
Untuk jadi bahagia tidak perlu berpura-pura atau jadi orang kuat, karena saat kita berbahagia, kekuatan mental & jasmani kita semakin meningkat, di musim penyakit seperti ini, tentu kebahagiaan yg menguatkan imun, dapat menolong kita terhindar dari segala macam penyakit, termasuk penyakit spiritual, mental, & jiwa, jangan lupakan juga Asuransi Kesehatan untuk kebutuhan proteksi anda & sekeluarga.
Hari ini 15:05