yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Gelar bangsawan tersebut sedianya disematkan kepada dirinya dan sejumlah menteri menjelang Jumenengan Dalem PB XIII Hangabehi pertengahan bulan ini. Keputusan Jokowi ihwal gelar bangsawan itu dikemukakan Ketua DPRD Kota Solo,YF Sukasno, kemarin. Kalangan adat Keraton Solo menawarkan pemberian gelar bangsawan kepada wali kota melalui Sukasno. Namun oleh Jokowi hal itu ditolak. “Kurang lebih empat hari lalu saya dihubungi keluarga keraton lewat telepon. Isinya agar saya menyampaikan ke pak wali kota kalau akan diberi kekancingan.
Tapi pak wali kota menolak,” kata Sukasno melalui siaran pers,kemarin. Jokowi kepada Sukasno mengatakan dirinya kurang pantas menerima gelar bangsawan. Meski menolak anugerah keraton, Jokowi tetap mengucapkan apresiasinya atas niatan tersebut.“Terima kasih atas perhatiannya.Tapi saya itu belum labuh, labet, jasa ke keraton. Pak Kasno, sehingga saat ini saya belum pantas menerima anugerah gelar itu,” tulis Sukasno menirukan kalimat Jokowi. Meski demikian, Sukasno enggan membeberkan identitas orang yang memberikan gelar.
Namun dia memastikan yang bersangkutan memiliki kedudukan penting di Keraton Solo. Seperti diberitakan, empat nama menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II bakal menerima gelar bangsawan. Keraton juga berencana menganugerahkan status tersebut ke beberapa kepala daerah tingkat I, satu di antaranya Gubernur Jateng Bibit Waluyo.Sedangkan Wakil Ketua MahkamahAgung (MA) Ahmad Kamil pada Sabtu (9/6) lalu telah mengikuti prosesi kekancingan di kompleks Keraton Solo. Mereka menerima gelar tersebut karena keraton menganggapnya berjasa di kalangan adat maupun NKRI.
“Rencananya para pejabat akan diundang Sinuhun (Hangabehi) untuk diberi gelar,” kata Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wandansari Koes Moertiyah. Perempuan yang disapa akrab Gusti Moeng ini mengaku belum mengetahui tingkatan kebangsawanan dalam gelar. Upacara penganugerahan gelar kepada pejabat pusat dan daerah itu menurut dia akan dilakukan sehari sebelum Tingalan Jumenengan Dalem PB XIII Hangabehi. Hingga kemarin kekancingan atau pemberian gelar telah dilakukan Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6). Dari 500 lebih calon penerima gelar, sebagian besar telah melalui prosesi kekancingan.
Sementara itu, mengenai pemberian gelar menjelang jumenengan, kubu Dwi Tunggal merasa berhak memberi komentar. GPH Soeryo Wicaksono mengatakan pemberian gelar bangsawan kepada Wali Kota Solo Joko Widodo hanyalah rumor. “Seperti biasanya itu rumor dari pihak Wirabhumi. Acara kekancingan digelar oleh pihak Gusti Moeng,tetapi tidak diketahui dan tidak dihadiri Sinuhun Hangabehi,” tegasnya
Tapi pak wali kota menolak,” kata Sukasno melalui siaran pers,kemarin. Jokowi kepada Sukasno mengatakan dirinya kurang pantas menerima gelar bangsawan. Meski menolak anugerah keraton, Jokowi tetap mengucapkan apresiasinya atas niatan tersebut.“Terima kasih atas perhatiannya.Tapi saya itu belum labuh, labet, jasa ke keraton. Pak Kasno, sehingga saat ini saya belum pantas menerima anugerah gelar itu,” tulis Sukasno menirukan kalimat Jokowi. Meski demikian, Sukasno enggan membeberkan identitas orang yang memberikan gelar.
Namun dia memastikan yang bersangkutan memiliki kedudukan penting di Keraton Solo. Seperti diberitakan, empat nama menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II bakal menerima gelar bangsawan. Keraton juga berencana menganugerahkan status tersebut ke beberapa kepala daerah tingkat I, satu di antaranya Gubernur Jateng Bibit Waluyo.Sedangkan Wakil Ketua MahkamahAgung (MA) Ahmad Kamil pada Sabtu (9/6) lalu telah mengikuti prosesi kekancingan di kompleks Keraton Solo. Mereka menerima gelar tersebut karena keraton menganggapnya berjasa di kalangan adat maupun NKRI.
“Rencananya para pejabat akan diundang Sinuhun (Hangabehi) untuk diberi gelar,” kata Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wandansari Koes Moertiyah. Perempuan yang disapa akrab Gusti Moeng ini mengaku belum mengetahui tingkatan kebangsawanan dalam gelar. Upacara penganugerahan gelar kepada pejabat pusat dan daerah itu menurut dia akan dilakukan sehari sebelum Tingalan Jumenengan Dalem PB XIII Hangabehi. Hingga kemarin kekancingan atau pemberian gelar telah dilakukan Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6). Dari 500 lebih calon penerima gelar, sebagian besar telah melalui prosesi kekancingan.
Sementara itu, mengenai pemberian gelar menjelang jumenengan, kubu Dwi Tunggal merasa berhak memberi komentar. GPH Soeryo Wicaksono mengatakan pemberian gelar bangsawan kepada Wali Kota Solo Joko Widodo hanyalah rumor. “Seperti biasanya itu rumor dari pihak Wirabhumi. Acara kekancingan digelar oleh pihak Gusti Moeng,tetapi tidak diketahui dan tidak dihadiri Sinuhun Hangabehi,” tegasnya