Internasional Jokowi Serukan Dunia Bersatu Lawan 'Musim Dingin yang Jahat'

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 13 Oct 2018 at 15:48.

  1. politik

    politik IndoForum Newbie A

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    304
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Dalam pidato pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia pada Jumat (12/10), Presiden Jokowi menyerukan agar dunia bersatu melawan ‘musim dingin yang jahat’, mengacu pada serial Game of Thrones. Menurutnya, dengan ancaman dari musim dingin yang jahat, mereka akhirnya menyadari bahwa tidak penting siapa yang akan menduduki Iron Throne. Yang penting adalah kekuatan kolektif untuk menggulingkan musim dingin yang jahat untuk mencegah bencana global yang membawa kesengsaraan bagi kita semua.

    Oleh: Linda Yulisman (The Straits Times)

    Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (12/10) kemarin, merujuk pada serial televisi populer Game Of Thrones untuk memperingatkan bahwa “musim dingin akan datang,” dan mendesak negara-negara dunia untuk bekerja sama alih-alih bersaing untuk mengatasi masalah yang memuncak, mulai dari gejolak pasar dan perubahan iklim hingga gangguan teknologi.

    Berbicara di hadapan para delegasi di pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia kemarin, Jokowi membandingkan keadaan saat ini di dunia dengan yang terjadi pada serial fantasi tersebut, di mana beberapa “keluarga besar” dan “klan besar” bersaing untuk mengklaim Iron Throne.

    Tetapi mereka tidak menyadari ancaman serius dari utara, “musim dingin yang jahat” yang bertujuan untuk memusnahkan dan menguasai dunia dengan es dan api.

    “Dengan ancaman dari musim dingin yang jahat, mereka akhirnya menyadari bahwa tidak penting siapa yang akan menduduki Iron Throne. Yang penting adalah kekuatan kolektif untuk menggulingkan musim dingin yang jahat untuk mencegah bencana global terjadi, dan mencegah dunia berubah menjadi tandus dengan lahan hancur yang membawa kesengsaraan bagi kita semua,” kata Jokowi.

    Presiden tersebut mengingatkan para gubernur bank sentral dan menteri keuangan bahwa dunia telah memasuki “fase akhir dari ekspansi ekonomi global,” yang matang dengan persaingan dan kompetisi, yang dapat membuat situasi menjadi jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global 10 tahun lalu.

    “Kami bergantung pada Anda semua, pembuat kebijakan fiskal dan moneter global, untuk mempertahankan komitmen terhadap kerja sama global,” katanya.

    Jokowi mencatat bahwa kurangnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan masalah, mengutip kenaikan drastis dalam harga minyak mentah dan gangguan di pasar mata uang di negara-negara berkembang.

    “Apakah ini waktu yang tepat untuk persaingan dan kompetisi? Atau apakah ini waktu yang tepat untuk kolaborasi dan koordinasi? Apakah kita terlalu sibuk bersaing dan menyerang satu sama lain sehingga kita gagal untuk menyadari ancaman besar yang membayangi kita semua? Apakah kita gagal sadar akan ancaman besar yang dihadapi oleh negara-negara kaya dan negara miskin?”

    Dengan season finale dari serial televisi tersebut dijadwalkan akan tayang tahun depan, Jokowi menyatakan harapan bahwa ceritanya akan berakhir dengan pelajaran moral, dan mengatakan: “Ketika kemenangan dirayakan, dan kekalahan diratapi, apakah kedua belah pihak menyadari bahwa hasil dari kemenangan dan kekalahan dalam perang akan tetap sama: dunia yang hancur?”

    Apakah ada gunanya merayakan kemenangan di tengah kehancuran, untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah ekonomi global yang tenggelam, dia bertanya.

    Dia memicu tawa keras dengan referensi lebih lanjut pada karakter “Mother of Dragons” dalam serial tersebut—dengan mengisyaratkan julukan itu bagi Ketua IMF Christine Lagarde, yang tersenyum mendengar komentarnya.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG