• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jokowi Minta Satpol PP Tertibkan Orang Pacaran di KBT

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Bagi mas bro n mbak bro yang suka Pacaran di taman kota, mulai sekarang, sebaiknya tobat deh, daripada di gelandang Pol PP :D

Area publik, seperti Monumen Nasional (Monas) dan Kanal Banjir Timur, kerap dijadikan sebagai tempat pacaran dan tindak kriminal. Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sylviana Murni mengaku telah diimbau Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menempatkan personel Satpol PP selama 24 jam di tempat-tempat umum tersebut.

"Oh iya, memang yang seperti itu harus ditertibkan sesuai dengan arahan Pak Gubernur. Saya juga bilang Satpol PP itu kan harus persuasif, harus bekerja, dan juga mengerti tuntutan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan situasi kondisi seperti apa," kata Sylviana di Balai Kota Jakarta, Selasa (26/2/2013).

Sylviana mengaku banyak laporan dari masyarakat terkait fasilitas dan tempat-tempat umum yang kerap disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Di tempat-tempat itu, sering kali terjadi praktik mesum, tindak kriminal, atau dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL).

Tugas dan fungsi Satpol PP, kata dia, memang untuk mengamankan, menertibkan, mengawal, dan menegakkan peraturan daerah (Perda) dan peraturan gubernur (Pergub). Apabila keberadaan Satpol PP sangat dibutuhkan di tempat publik itu, maka Sylviana akan menempatkan personel berdasarkan shift.

"Kita atur per shift-nya. Pasti satu lokasi di KBT itu kan terdiri dari beberapa kecamatan dan beberapa kelurahan. Nah, itu kan kita bisa saling sharing," kata Sylviana.

Apabila terjadi hal-hal yang tidak sesuai di pinggiran KBT itu, Satpol PP bertugas untuk menertibkannya dengan cara ditegur. Hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan atau adat itu, contohnya seperti bermabok-mabokan atau berpacaran yang sudah melewati batas. Minimal dengan kehadiran Satpol PP di wilayah itu, maka masyarakat akan merasa diawasi dan bertingkah sewajarnya.

"Tapi saya juga sudah bilang sama teman-teman, jadi ini saya melakukan sosialisasi di tingkat kelurahan. Mulai dari hari ini, pagi di Utara, siangnya di Selatan. Besok wilayah Timur, Barat, Utara, dan akan saya jelaskan persepsinya Pak Gubernur seperti apa," kata Sylviana.

Selain menempatkan personel Satpol PP di KBT, Sylviana juga diimbau Jokowi untuk menempatkan personel Satpol PP di Monas. Penempatan Satpol PP di Monas pun telah mulai dilaksanakan pada Sabtu (23/2/2013) lalu.
Penertiban kawasan itu dilakukan untuk memberi kenyamanan dan keamanan pengunjung. PKL yang berjualan di area di dalam Monas telah dibenahi oleh personel Satpol PP, dan mereka diperbolehkan berjualan di area parkir IRTI yang telah disediakan untuk pedagang.

Pembersihan di Monas, kata Sylviana, sudah seharusnya dilakukan karena kawasan ini menjadi ruang etalase Ibu Kota. "Saya akan terus memantau pembersihan kawasan ini hingga benar-benar tertib," kata Sylviana.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.