facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Ancaman Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap pedagang kaki lima (PKL) Pasar Tanah Abang, ternyata juga pernah dilakukan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai Wali Kota Solo. Jokowi pernah memidanakan empat PKL di sana.
"Ada suatu rahasia Pak Jokowi yang belum diungkap oleh wartawan,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (29/7/2013).
Ahok mengatakan, dirinya sempat bertanya kepada Jokowi ihwal sikapnya yang dikenal baik kepada PKL dengan negosiasi-negosiasi yang tak berhenti. Sampai-sampai, Jokowi dikenal sebagai wali kota-nya PKL.
Ahok mengaku tidak percaya PKL bisa cepat diperlakukan dengan baik. “Karena orang pastingelunjak. Namanya pedagang, ingin modal sekecil mungkin, tapi untung sebesar mungkin,” ujar Ahok.
Akhirnya, sambung dia, sambil tersenyum Jokowi mengaku juga pernah bersikap kasar kepada PKL. “Dia (Jokowi) bilang gini, ‘Saya waktu baru jadi Wali Kota Solo, baru enam bulan, saya pidanain empat orang PKL’," ungkap Ahok, menirukan ucapan Jokowi, Senin (29/7/2013).
"Kata beliau (Jokowi), walaupun itu tipiring (tindakan pidana ringan), ya tiga bulan juga lumayan. Kan tiga bulan juga bikin kapok," lanjutnya.
Menurut Ahok, yang dilakukan oleh Jokowi dan dirinya untuk memenjarakan para PKL yang tidak mau direlokasi masih dalam tahap manusiawi, karena memang jalan raya bukan untuk berjualan.
"Bukan berarti kamu boleh nginjak hukum. Anda salah ya salah, jangan ngelunjak. Makanya dulu saya sempat marah kan. Kita kasih rusun enggak mau, maunya rumah dua tingkat. Lu gila apa? Ini juga sama, lama-lama minta di mal saja dagangnya," jelas Ahok.
Ahok menegaskan, Pemprov DKI siap mempidanakan para PKL yang ngeyel tak mau dipindahkan ke Blok G Pasar Tanah Abang.
"Siap dong! Makanya tadi Pak Gubernur bilang, ‘Ngapain perda-perda diciptakan kalau fungsinya enggak pernah ditegakkan’. Makanya tadi Pak Gubernur tanya, ‘Berani enggak tegakkan perda? Kalau tidak berani, saya yang akan maju di depan’, Pak Gubernur yang akan memimpin," pungkasnya.