TomPeL
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 16946
- Sejak
- 10 Jun 2007
- Pesan
- 2.420
- Nilai reaksi
- 429
- Poin
- 83
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang
dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya
menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di
tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk
mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat
tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang
ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas
punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam.
Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan,
keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang
pernah mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat
jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang
apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya.
Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang
dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua
kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang
indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan
anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa
pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang
dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi.
Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas
sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja
yang indah."
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela
dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan
mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu.
Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani
kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi
lebih kuat, percaya dirinya bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk didekat jendela
menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.
Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade
itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria
yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata
yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu
pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat
untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di
dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam
tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat
lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria
yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan
ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti
kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala
sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria
tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya
untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar
melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa
melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya
tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di
samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata,
jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat
teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah
melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik
jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria
tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat
tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat
itu.
Renungan :
Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang
yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang
mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita
melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu
kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam
berpikir, dan bertindak.
Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat
kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi.
Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan
motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif
dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat,
tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik
dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu
memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan
keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun,
menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan
itu sendiri.
dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya
menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di
tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk
mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat
tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang
ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas
punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam.
Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan,
keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang
pernah mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat
jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang
apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya.
Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang
dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua
kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang
indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan
anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa
pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang
dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi.
Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas
sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja
yang indah."
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela
dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan
mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu.
Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani
kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi
lebih kuat, percaya dirinya bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk didekat jendela
menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.
Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade
itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria
yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata
yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu
pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat
untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di
dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam
tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat
lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria
yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan
ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti
kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala
sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria
tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya
untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar
melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa
melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya
tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di
samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata,
jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat
teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah
melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik
jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria
tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat
tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat
itu.
Renungan :
Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang
yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang
mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita
melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu
kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam
berpikir, dan bertindak.
Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat
kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi.
Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan
motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif
dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat,
tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik
dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu
memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan
keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun,
menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan
itu sendiri.