• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jangan Sepelehkan Rematik

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. magnum
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

magnum

IndoForum Activist C
No. Urut
1320
Sejak
27 Mei 2006
Pesan
14.143
Nilai reaksi
417
Poin
83
Jangan Sepelekan Rematik

Masyarakat umumnya menganggap rematik adalah penyakit sepele karena tidak menimbulkan kematian. Padahal, jika tidak segera ditangani rematik bisa membuat anggota tubuh berfungsi tidak normal. Mulai dari benjol-benjol, sendi kaku, sulit berjalan, bahkan kecacatan seumur hidup.

Rematik atau biasa disebut arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Menurut dr.Riardi Pramudiyo,SpPD-KR dari RS.Hasan Sadikin, Bandung, rematik bisa menyerang bagian kepala sampai kaki, sayangnya sampai kini belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Terdapat ratusan jenis penyakit rematik, namun secara umum penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri di lutut, siku, pergelangan, maupun di bagian sendi-sendi lain. Gangguan ini dapat menyerang semua umur, pria-wanita, kaya atau miskin.

Menurut Riadi, jenis rematik yang paling banyak diderita penduduk dunia adalah arthritis reumatoid (AR) yaitu rematik radang sendi, gout (asam urat) yang disebabkan oleh kadar asam urat yang berlebihan dalam darah, dan osteoarthritis (OR), yaitu pengapuran sendi.

OR adalah penyakit sendi yang paling banyak dijumpai. Penyakit ini bersifat degenaratif, yang angka kejadiannya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Gejala yang menyertainya antara lain, nyeri pada persendian setelah penderita melakukan aktivitas, atau saat perubahan cuaca dari panas ke dingin.

Seperti diungkapkan Riadi, faktor pencetus OR biasanya karena ada penyakit lain atau keadaan tertentu. "Belum diketahui apa penyebab primer, namun penyebab sekundernya bisa karena orang kegemukan, sehingga beban yang harus disangga oleh lutut terlalu besar, atau karena berlebihan memakai lutut, misalnya pemain bola profesional," katanya.

Jenis penyakit rematik lain yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah arthritis reumatoid (AR). Penyakit ini paling sering menyerang kelompok usia 20-50 tahun. Gejala yang umum ditemukan adalah sendi kaku saat bangun tidur dan penderita sulit bergerak.

Seperti yang dialami oleh pasien Riadi, Sari (27). "Awalnya sakit di persedian pergelangan tangan, lalu menyerang kaki dan lutut. Ketika bangun tidur tiba-tiba saja badan saya kaku," kata perempuan yang pertama kali diserang AR saat berusia 17 tahun.

Rematik akibat peradangan yang melibatkan lebih dari satu sendi ini, sampai kini penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Menurut Riadi, kemungkinan besar karena faktor genetis, namun tidak selalu muncul kecuali ada pencetusnya, yaitu virus.


Pengobatan
Menurut Riadi, obat-obatan yang sekarang ada di pasaran belum ada yang bisa menyembuhkan penyakit rematik. Obat-obat itu hanya untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. "Pengobatan rematik biasanya jangka panjang,"ujarnya.

Jika rematik yang menyerang pasien sudah sampai tahap deformitas sendi (perubahan bentuk sendi) maka biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan termasuk mahal, bahkan ada obat yang harganya mencapai puluhan juta rupiah sekali suntik.

Obat yang biasa diberikan dokter pada pasien penyakit rematik antara lain golongan analgesik (penghilang rasa nyeri), yang bisa menekan prostaglandin, penyebab timbulnya peradangan. Obat ini memiliki efek samping gangguan lambung.

Karena itu, hadirnya obat rematik yang lebih spesifik seperti celecoxib, disambut gembira karena memiliki efek samping yang kecil pada lambung dan ginjal. Golongan obat lain adalah kortikosteroid, untuk mengatasi inflamasi (peradangan) dan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi radang pada rematik berkurang.

Bentuk obat ini bisa berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping seperti pembengkakan, nafsu makan bertambah, berat badan naik, serta emosi yang labil.

Selain dengan obat-obatan, untuk mengurangi rasa nyeri juga bisa dilakukan tanpa obat, misalnya dengan kompres es. "Kompres es bisa menurunkan ambang nyeri dan mengurangi fungsi enzim," ujar Riadi.

Kemudian, banyak jenis sayuran yang bisa dikonsumsi penderita rematik, misalnya jus seledri, kubis atau wortel yang bisa mengurangi gejala rematik. Beberapa jenis herbal juga bisa membantu melawan nyeri rematik, misalnya jahe dan kunyit, biji seledri, daun lidah buaya, rosemary, aroma terapi, atau minyak juniper yang bisa menghilangkan bengkak pada sendi.

Selain mengobati, kita juga bisa mencegah datangnya penyakit ini, seperti tidak melakukan olahraga secara berlebihan, menjaga berat badan tetap stabil, serta menjaga agar asupan makanan selalu seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama banyak memakan ikan dari laut dalam.

Jika Anda merasa tidak cukup mengkonsumsi ikan laut, mengkonsumsi suplemen bisa menjadi pilihan, terutama yang mengandung omega 3. Dalam omega 3 terdapat zat yang sangat efektif untuk memelihara persendian agar tetap lentur.

Jangan anggap enteng gejala-gejala rematik yang timbul. Begitu rasa nyeri mulai muncul, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi mana yang sekedar pegal linu biasa atau yang merupakan gejala rematik.
 
Apa benar, kata orang2 tua, kalau sering mandi malam, bisa kena sakit rheumatik /?
 
iya....

saya aja dulu kalau mau tidur sirem/cuci kaki melulu,tp sering bggt kena rematik tp ngak parah sih....

karena tuh kalau malem udaranya lembab....dingin jadi masuk ke tulang......


tapi emmang orang banyak yg bilang kok.....
 
iya cece, mandi malam, tidur d bawah tuh tulang bisa kena rematik karena kena udara dingin /no1 so klo memang harus mandi malam mending pake air anget aja /no1
 
saya lumayan sering mandi malem ga pernah tuh kena rematik...

apa gara2 masih kecil ya... /?
 
ati ati aja kk rematik tidak langsung menyerang tetapi dia akan menyerangnya dengan perlahan lahan /no1

klo saran gue mending d hentikan kebiasaan mandi malamnya /no1
 
kalo mandi malem , maksudna malem itu mulai dari jem brp? jem 7/8/9 malem y? /hmm
 
yah pokoknya malem diatas jam 6 lah /swt
kan dingin klo malem2 /hmm
 
yup bener th rwan rematik so klo memang terpaksa mandi malam pake air anget deh /no1
 
iya dulu gue juga di marahin sama mami kalo mandi diatas jam 6./sob
 
jujur aja ini pengalaman gue sendiri dulu pas waktu gue masih kecil tuh gue sering mandi malam /sob dan tauga tulang tulang gue ga bisa d gerakin /sob makanay itu gue trauma klo harus mandi malam /sob
 
iya gue yakin kok,kalau suka mandi malam cepat di serang rematik juga /sob
 
mankanya itu klo emank terpaksa mandi malam pake air anget ya /no1
 
Rematik ga langsung menyerang ko.... malah ini termasuk penyakit terselubung... krn baru muncul setelah bertahun2. misalnya aja kita saat usia belasan suka bgt mandi malam... trus baru mulai ngeras akibatnya setelah umur2 25 ke atas nih /swt

makanya usahakan ga mandi malam yah
 
waduh biasanya gue kalo mandi jam 10an gitu/wah
 
wew ati ati aja deh ntar klo udh mulai berumur loe goku /swt /wah
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.