• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ini 4 Momen Pilu Saat Bung Karno Meneteskan Air Mata

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Sosok Soekarno sebagai Presiden perdana Republik Indonesia lekat dengan perjuangan merdekanya Indonesia.

Penuh dengan kharisma, keberanian, & kehangatan, bersama Mohammad Hatta, Soekarno memimpin Indonesia sebagai bangsa yg merdeka.

Namun, sosok penuh wibawa seperti Bung Karno juga manusia biasa, adakalanya air matanya tumpah saat dirinya dipenuhi emosi.

Ada beberapa momen haru yg menciptakan Bung Besar meneteskan air mata semasa hidupnya.

Tercatat ada empat momen yg menciptakan Sang Putra Fajar berderai air mata.

Berikut Kisah empat Tangisan Soekarno :

1. Tangisan Saat Membacakan Isi Pancasila Untuk Pertama Kali di Depan Ruang Sidang BPUPKI

Masa setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 adalah babak baru sebuah negara bernama Indonesia.

Dalam sebuah negara terdapat dasar falsafah hidup yg jadi pijakan untuk melangkah.

Ideologi Pancasila bukanlah suatu ideologi yg keluar begitu saja, atau bukan sebuah pedoman yg biasa-biasa saja.

Pancasila adalah falsafah hidup Indonesia.

Dalam buku berjudul, "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat", terrekam jelas momen bersejarah tangisan Soekarno.

Saat di hadapan peserta sidang BPUPKI, Soekarno membacakan butir demi butir ideologi pancasila dengan berderai air mata.

Momen pembacaan pancasila sebagai sebuah ideologi berbangsa & bernegara pada tanggal 1 Juni 1945 tersebut jadi hari lahirnya ideologi Pancasila.

2. Tangisan Soekarno di Bahu Daud Beureuh, Tokoh Pejuang Aceh

Momen dimana Bung Karno muhibah ke Aceh untuk berjumpa tokoh pejuang dari Aceh, Daud Beureuh untuk mengajak rakyat Aceh bergabung dalam perjuangan melawan Belanda tahun 1948.

Di momen itu, Daud Beureuh bersedia untuk bergabung dengan Republik asal dengan syarat rakyat Aceh diberikan kebebasan menjalankan syariat Islam.

Walau Soekarno menyetujui permintaan tersebut, dengan tujuan untuk jadi tanda persetujuan itu disodorkanlah secarik kertas untuk dibubuhi tanda tangan sang Presiden RI pertama.

Melihat keraguan Daud atas kesediaannya mengabulkan permintaan rakyat Aceh, Seraya menyeka air matanya, Sukarno berkata:

Wallah, Billah, kepada rakyat Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya sendiri sesuai dengan syariat Islam.

Dan Wallah, saya akan memperpakai pengaruh saya supaya rakyat Aceh benar-benar nanti dapat melaksanakan syariat Islam di daerahnya," dikutip dari buku berjudul "Kisah Kembalinya Tengku Muhammad Daud Beureueh ke Pangkuan Republik Indonesia".

3. Tangisan Saat Menandatangani Hukuman Mati Terhadap Sahabatnya

Soekarno adalah salah satu tokoh nasional yg memiliki banyak sekali sahabat dekat.

Hal itu karena kehangatan Soekarno kepada siapa saja.

Kartosoewirjo di Pengadilan Mahkamah Darurat Perang

Salah satu kisah haru terjadi ketika Soekarno dengan berat hati harus menandatangai surat eksekusi sanksi mati yg dijatuhkan kepada sahabatnya sendiri, Kartosoewirjo sebagai pimpinan DI/TII yg harap membelot dari NKRI pada kala tahun 1962.

Sempat menunda tanda tangan nyata, dengan berderai air mata ia harus menyetujui eksekusi mati sahabat karibnya itu.

Akhirnya, sang sahabat, Kartosoewirjo pun dieksekusi mati karena konsekuensi membelot dari Republik.

4. Tangisan Bung Karno di Pusara Makam Ahmad Yani

Saat meletusnya tragedi berdarah 30 September 1965, terdapat tujuh tokoh penting kala itu yg direnggut nyawanya.

Salah satunya adalah Jenderal Ahmad Yani, orang kesayangan sang presiden kala itu, Soekarno.

Atas kematian orang yg ia rencanakan untuk menggantikan posisinya sebagai presiden dengan cara mengenaskan itu menciptakan hati Soekarno tak kuasa membendung kesedihan.

Di depan makam jenderal kesayangannya tersebut ia tak kuasa menangis meneteskan air mata atas kepergian Ahmad Yani.

 Ini 4 Momen Pilu Saat Bung Karno Meneteskan Air Mata



Hari ini 16:47
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.