• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Imlek Bukan Hari Raya Agama Buddha

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
Imlek Bukan Hari Raya Agama Buddha



Pada tanggal 7 Februari yang lalu, suku bangsa China di seluruh dunia merayakan perayaan Tahun Baru China atau disebut Tahun Baru Imlek. Begitu juga masyarakat Indonesia khususnya dari keturunan etnis China juga merayakan Tahun Baru Imlek.
Sudah enam tahun sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 TENTANG HARI TAHUN BARU IMLEK tertanggal 9 April 2002, perayaan Tahun Baru Imlek telah dirayakan secara bebas. Namun sayang, nampaknya masih banyak orang, khususnya di Indonesia, yang salah memahami perayaan Tahun Baru Imlek sebagai hari perayaan keagamaan khususnya menganggap sebagai perayaan dalam agama Buddha.

Kesalahpahaman mengenai anggapan bahwa Imlek adalah perayaan agama Buddha oleh sebagian besar orang, khususnya di Indonesia, didasari oleh kurangnya informasi yang benar dan melekatnya stigma dan sikap penyamarataan bahwa warga keturunan etnis China pastilah beragama Buddha, Tao atau Kong Hu Chu, dan agama Buddha adalah agama khusus warga keturunan etnis China. Sehingga ketika umat Buddha Indonesia yang sebagian besar adalah berlatar belakang keturunan etnis China merayakan tradisi China, dalam hal ini perayaan Imlek, maka sebagian besar orang beranggapan bahwa Imlek adalah hari raya agama Buddha. Padahal tidak demikian.

Secara singkat, Imlek sendiri merupakan suatu perayaan tradisi menyambut musim semi dan berakhirnya musim dingin yang dilakukan oleh suku bangsa China di RRC, yang dalam perkembangannya ditetapkan sebagai hari penggantian tahun.

Penanggalan Imlek di Tiongkok dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Oet Tee / Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Penanggalan Imlek sebutan asalnya adalah He Lek, yakni Penanggalan Dinasti Ke / Hsia (2205-1766 SM) yang pertama kali mengenalkan penanggalan berdasarkan matahari, dan penetapan tahun barunya bertepatan dengan tibanya musim semi. Dinasti Sing/Ien (1766-1122 SM) menetapkan tahun barunya mengikuti Dinasti He, yakni akhir musim dingin.

Dari penjelasan di atas jelas bahwa Imlek berawal dari sebuah tradisi menyambut musim semi, dan tidak ada kaitannya dengan perayaan keagamaan manapun. Dengan demikian, Imlek dapat dirayakan secara lintas agama, khususnya mereka yang berlatar belakang keturunan etnis China.

Salah satu acara dalam perayaan Imlek adalah ”sembahyang” leluhur. Acara ”sembahyang” leluhur ini rupanya diartikan oleh warga keturunan etnis China yang beragama non-Buddhis, non-Tao dan non-Kong Hu Chu sebagai acara berdoa memohon rejeki kepada para leluhur sehingga mereka menganggap bahwa hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama mereka. Karenanya, banyak umat Kristen maupun Muslim keturunan etnis China yang meninggalkan tradisi perayaan Imlek.

Berbeda dengan umat agama lain, umat Buddha keturunan etnis China memandang acara ”sembahyang” leluhur sebagai suatu penghormatan kepada para leluhur dan bukan meminta rejeki kepada para leluhur. Jadi istilah ”sembahyang” yang tepat bukanlah berarti berdoa meminta kepada leluhur, tetapi justru menghormati dan mendoakan para leluhur. Dan menghormati mereka yang patut dihormat adalah salah satu wujud dari pelaksanaan Dhamma (Kebenaran).

Dengan demikian, meskipun Imlek bukan merupakan hari raya agama Buddha namun umat Buddha yang berlatar belakang keturunan etnis China dapat dengan bebas merayakan Imlek.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakannya.
 
setuju

setuju. thanks atas informasinya ;) sangat bermanfaat.
 
setuju. thanks atas informasinya ;) sangat bermanfaat.

yup gua juga setuju kalau imlek itu bukan dari agama budha...kalau Imlek dari agama budha berarti orang india tempat lahirnya budha juga imlekan,,donk
 

yup gua juga setuju kalau imlek itu bukan dari agama budha...kalau Imlek dari agama budha berarti orang india tempat lahirnya budha juga imlekan,,donk

Karena pada masa orba kebudayaan etnis Cina dikekang habis dan banyak-banyak kelenteng-kelenteng dilebur menjadi vihara sehingga menimbulkan kesalahpaham tersebut apalagi yang lahirnya semasa orba pasti banyak yang tidak bisa bedain mana yang Buddhis dan mana yang tradisi(Kong Hu Cu atau Toisme) terus imagenya bahwa Imlek merupakan Hari raya agama Buddha.
 
yahhh... mo diapain lah... uda jadi imagenya orang indonesia, kalo imlek tuh identik dengan agama buddha ;)
 
sebenarnya imlek lebih condong ke ras daripada agama

Misal

Chinese muslim, boleh aja imlek
 
setahu sy memang imlek adat orang Chinese.
dan banyak orang Chinese muslim tetap ikutan adat merayakan imlek.
trus biasanya lebaran hari raya Idul Fitri itu jika di Jawa juga dirayakan beramai-ramai oleh semua agama, karena memang mayoritas orang Jawa muslim kali ya /heh
kalau ga ikutan merayakannya, waduh semua pada mudik :)
 
setahu sy memang imlek adat orang Chinese.
dan banyak orang Chinese muslim tetap ikutan adat merayakan imlek.
trus biasanya lebaran hari raya Idul Fitri itu jika di Jawa juga dirayakan beramai-ramai oleh semua agama, karena memang mayoritas orang Jawa muslim kali ya /heh
kalau ga ikutan merayakannya, waduh semua pada mudik :)

yah contohnya gua ini..walau idul fitri gua ngarayaiin Imlek gua juga gak mau ketinggalan...Guru ngaji gua juga bilang Imlek itu budaya bukan perayaan agama.
 
Yapp... imlek ituh .. merupakan penyambutan datang nya musin semi dan pergantian tahun di china ....
 
iya...imlek memang bukan merupakan perayaan hari besar agama buddha....
tapi itu budaya turun temurun yang dijalankan oleh masyarakat tionghua...dan sangat penting untuk dirayakan menurut gw pribadi.....banyak nilai yang bisa didapatkan dari perayaan imlek.......pokoknya hari raya yang paling gw nanti2 itu hari raya imlek :D:D:D

perayaan imlek sangat kerasa di daerah gw lhoooo.........ramai bangettttt........
baru balik ke jakarta dari riau gw...wkwkkwk..........

di hari imlek ini smua umat tionghua merayakan dengan meriah...serba merah yang melambangkan Hok <keberuntungan>...:D
 
Yg dikatakan kk patkay benar..
karena di indonesia waktu itu tidak diperbolehkan smua yg berunsur chinese, jadi kelenteng merubah namanya menjadi wihara bukan vihara ^_^
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.