yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga banyak aliran danang ilegal yang masuk ke kantong para pasangan calon mengingat aturan pembatasan sumbangan dan kategori penyumbang yang tidak efektif sehingga berdampak pada lolosnya sumbangan yang tidak jelas.
Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan, mengatakan, penyiasatan penyumbang pasangan calon ini pasti terjadi. Hanya saja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta selaku penyelenggara pemilu terbilang lemah menelusuri hal ini.
"Kerja pengawasan atas danang kampanye belum maksimal. Ini terlihat pada tidak sinkronnya anggaran dengan apa yang dilihat di lapangan," kata Abdullah, saat jumpa pers Menguak Manipulasi danang Kampanye Pilkada DKI di Cikini, Jakarta, Senin (17/9/2012).
Dia mengambil contoh pada saat pemeriksaan harta kekayaan para pasangan calon oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), petahana Fauzi Bowo tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 59,8 miliar. Sementara itu, sumbangan dari pasangan calon pada laporan danang kampanye tertera Rp 21,5 miliar.
"Nah, semestinya KPK melakukan pemeriksaan lagi pasca-kampanye. Dengan danang sebesar itu, aset pribadinya harusnya berkurang. Jika tidak, maka patut dicurigai ada sumbangan pihak ketiga yang numpang lewat. Jangan sampai kasus Hartati pada Bupati Buol terjadi di Jakarta," kata Abdullah.
Hal ini juga terjadi pada pasangan nomor urut tiga Jokowi-Basuki. Alokasi danang kampanye untuk media baik cetak dan elektronik hanya tercatat sekitar Rp 516.000.000. Padahal iklan televisi yang muncul terbilang cukup banyak dan tentu biayanya tidak sedikit.
"Iklan yang muncul di televisi itu bisa menghabiskan lima miliar rupiah. Prabowo yang dikabarkan membiayai itu. Tapi kan harusnya tetap dimasukkan dalam laporan," katanya.
"Di sini semakin tampak proses pengawasan tidak maksimal. Sanksi juga tidak jelas bagi yang melanggar. Tentu saja ini membuka celah untuk curang atas danang," kata Abdullah.