Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Semakin hari semakin sulit saja hidup ini, belum lagi harga bahan pokok tambah mahal saja. Pandemi masih terus menggerogoti sudut-sudut Indonesia, entah hingga kapan berakhirnya.
Yang miskin tetap miskin, yg kaya semakin berlimpah harta. Covid dijadikan bisnis, yg jelata terus meringis.
Keadaan negara memang sedang tidak baik, segala upaya sedang digalakan demi sirnanya penyakit tak kasat mata yg mematikan. Tapi, apakah PSBB.mampu & dapat mengembalikan kenormalan dahulu yg tanpa pandemi?
Tentu kita sadari, upaya pemerintah memberlakukan PSBB kembali untuk menjadikan negeri ini kondusif & damai lagi, tetapi di balik itu juga kesusahan semakin melilit.
Harga sembako yg terus naik, para pedangan yg semakin sulit mencari rejeki, sosial & kebudayaan ditutup, bahkan tempat ibadah pun ikut serta dibatasi.
Kenapa hal begitu dapat terlontar dari pikiran Ane, karena Ane mengalaminya sendiri sebagai pelaku usaha dibidang jualan/berdagang. Yang omset perharinya sebelum jatuh berita akan adanya PSBB Jilid 2 dapat mencapai Rp. 500.000, sudah hampir satu pekan ini turun drastis! Bahkan tak jarang, pulang cuma membawa modal tanpa keuntungan.
Lieur, Jangar!kalau mengatakan orang Sunda. Harus terus memutar otak demi keberlangsungan hidup ditengah kesulitan, harus berpikir normal bila tidak harap stress dengan keadaan.
Seperti yg sudah diberitakan, bahwa hari ini pertanggal 11.01.2021 hingga dengan 25.01.2021 akan dilaksanakan PSBB Jilid kedua, supaya meminimalisir lonjakan Covid-19.
Tapi, sekali lagi. Apakah akan bermanfaat kalau PSBB hari ini dilaksanakan? Sementara banyak yg harus jadi korban ekonomi & akibat kesejahteraan kepada rakyat.
Masih banyak yg mengerjakan kerumunan, bahkan kemarin saja, diberbagai daerah yg menerima bansos berjejeran di depan Kantor Pos. Ada juga yg mengadakan sebuah seremoni, padahal itu perusahaan yg bergerak dibidang kesehatan.
Seandainya pemerintah Indonesia memberikan bantuan full, mungkin saja Corona yg terjadi saat ini dapat dihapus dari negara kita tersayang. Rakyat akan patuh pada protokol & tetap di rumah tanpa khawatir perut kelaparan.
Tapi, ini bukan negara yg sanggup memberikan kesejahteraan yg full, bahkan bantuan sosial saja dikorupsi menterinya. Edan memang, plus ironi yg sering terjadi di Indonesia ini.
Rakyat dipaksa untuk tetap di rumah, beraktivitas & mengerjakan pekerjaan di rumah dengan rasa khawatir hari ini makan apa. Mungkin bagi beberapa orang oke-oke saja, tetapi beberapa lagi bagaimana?
Pernah satu waktu, di PSBB yg perdana Ane ditegur oleh Satgas Covid-19, beserta Polisi & beberapa Babinsa, yg mana Ane disuruh untuk pulang & dilarang jualan. Stay @Homekatanya. Oke Ane paham, karena itu demi kebaikan. Tapi apakah mereka juga paham bahwa perut tidak dapat didiamkan & tetap di rumah ketika lapar & tidak ada makanan? Ane rasa semua orang pun akan menjawab tidak.
Demikan Thread yg kali ini sangat penuh bacotan Ane, semoga kita sering dijaga dari segala penyakit & dalam keadaan sehat tanpa kurang apapun.
Baca Juga: Apakah Benar Corona Menjadi Ladang Bisnis?
Baca sambil santai, jangan jadikan opini untuk menuai keributan
Ditulis Oleh:
@andrerain5