Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kopi Monyet
Kopi ini diproduksi di suatu daerah di India, yg bernama Chikmagalur merupakan wilayah yg subur, berbukit & curah hujan melimpah sehingga cocok ditanami tumbuhan kopi.
Ceri kopi yg sudah dipilih monyet, lalu akan dimakan, dikunyah & dimuntahkan oleh si monyet. Para pekerja lalu, memunguti ceri kopi tersebut. Hasilnya ceri yg dimuntahkan beberapa akbar memiliki bentuk yg hancur. Namun, biji di dalam buah masih dapat dipanen.
Rasa yg dapat ditemukan dalam biji kopi ini: dari fruity (jeruk) hingga nutty, kokoa.
Harga dari kopi ini cukup tinggi, yakni untuk 450 gram biji kopi sebesar Rp. 4.475.840,00.
Kopi kelelawar
Qopiku - Kopi kelelawar berasal dari spesies kelelawar (Artibeus Jamaicensis) yg lumrah ditemui di dalam hutan yg berdekatan dengan kebun kopi ( Coffea Diversa), berada di sebelah selatan Negara Kosta Rika tepatnya di Brunca.
Dengan mengpakai gigi kecil mereka yg tajam, kelelawar dengan mudah merobek kulit ceri. Kemudian, menjilati bagian dalam daging ceri tersebut, untuk mendapatkan ampas gula didalamnya.
Ceri kopi yg setengah dimakan akan ditinggalkan kelelawar. Lalu, akan melalui proses pengeringan. Biji kopi sisa dimakan, dibiarkan tetap terbuka & berinteraksi dengan sisa cairan asam pencernaan kelelawar yg ditinggalkan. Setelah kering kemudian dipanen untuk diolah jadi kopi.
Secangkir kopi kelelawar liar dapat terasa lembut & manis, dengan rasa yg menyenangkan.
Dikutip dari detikfood, harga 500 gram kopi sekitar, Rp. 1.505.515.
Kopi Jacu
Di Pagi hari pada tahun 2009, perkebunan kopi milik Henrique Sloper tiba-tiba diserang oleh segerombolan Burung Jacu. Dengan, asiknya mereka menyantap beberapa akbar ceri kopi yg ada di perkebunan tersebut.
Namun anehnya, dari sekian banyak perkebunan kopi yg ada, Burung Jacu cuma memakani ceri kopi yg ada di kebun Henrique. Ia pun berkesimpulan bahwa metode pertumbuhan biodinamiknya yg holistik (berdasarkan karya Rudolph Steiner), lebih menarik burung ke ceri kopinya daripada yg lain.
Burung ini memilah ceri kopi terbaik untuk dimakan. Kemudian, Didukung dengan sistem pencernaan cepat yg dimiliki Burung Jacu, menciptakan ceri kopi yg sudah dicerna keluar lebih halus.
Kopi yg dihasilkan melalui proses ini cukup unik, dengan rasa manis, & full-bodied serta lebih asam dari kopi biasanya. Dan juga aftertaste yg bersih & lembut tanpa meninggalkan rasa pahit.
Kopi ini dijual dengan harga 7 kali lipat lebih mahal dari kopi aslinya (kopi organik tanpa melibatkan jacu) yakni sebesar per 125g kopi dijual sekitar Rp. 1.764.140.
Kopi gajah
Black Ivory Coffee Company merupakan perusahaan yg berasal dari Thailand yg jadi rumah produksi dari kopi yg satu ini. Sesuai dengan namanya, Black Ivory Coffee mengandalkan bantuan dari gajah dalam proses fermentasi ceri kopi tersebut didalam perutnya.
ceri kopi yg sudah dicampur akan dikonsumsi oleh gajah.
Proses pencernaan setelah tertelan akan berlangsung selama 12 - 72 jam.
Lalu setelah proses pencernaan selesai, ceri kopi yg keluar dari perut gajah melalui anus akan dikumpulkan. Serta melalui proses dibersihkan, dicuci & dijemur.
Biji kopi lalu dipanggang, dikemas dalam kantong katup satu arah untuk memastikan kesegaran & dikirim keluar.
Kopi ini menghasilkan tates notes cokelat/kakao, rempah-rempah, (tembakau & kulit).
Black Ivory Coffee tidak memiliki rasa pahit serta halus, hampir seperti teh didalamnya.
Satu paket kopi black ivory dibanderol dengan harga Rp. 1.750.000.
Pesaing Luwak! Hewan Ini Penghasil Kopi Berkualitas Klik Disini Hari ini 15:30