• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gerobak Sayur Jadi Favorit Tempat Belanja

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Masyarakat Indonesia kini memiliki tempat alternatif untuk berbelanja. Bila biasanya masyarakat memfavoritkan belanja di supermarket, kini mereka berbelanja di gerobak sayur.

Executive Director Consumer Research and Shopper Practice Lead Nielsen Indonesia Karmelia Nurdjalim menjelaskan toko tradisional tetap menjadi format yang paling sering dikunjungi. Namun frekuensi kunjungan ke pasar basah dan gerobak sayur kini juga meningkat.

"Meski sama-sama punya uang, masyarakat mencari kenyamanan dalam berbelanja. Gerobak sayur dianggap sebagai tempat yang paling nyaman untuk berbelanja,"

Menurut Karmelia, masyarakat lebih menyukai berbelanja di tukang gerobak sayur karena disebabkan tukang sayur tersebut mendatangi konsumen. Beda dengan saat kita berbelanja ke warung, grosir atau supermarket, maka konsumen yang harus mendatangi tempat tersebut.

Selain masalah tempat, tukang gerobak sayur ini akan dengan mudah mencarikan pesanan yang pelanggan minta. Apalagi bila sudah akrab dengan tukang tersebut, maka pesanan apapun akan dicarikan.

"Di zaman teknologi sekarang ini, tukang sayur juga sudah memiliki ponsel, sehingga bisa pesan dengan gampang. Bila sudah akrab, akan dapat diskon lagi," tambahnya.

Berdasarkan hasil survei Nielsen, toko tradisional (warung kelontong) memang masih menjadi favorit masyarakat untuk berbelanja. Namun frekuensi belanja masyarakat per bulan setiap tahunnya justru menurun.

Mereka berbelanja di toko tradisional sebanyak 25 kali sebulan (2009), 25 kali sebulan (2010) dan 24 kali sebulan (2011). Sementara gerobak sayur sebanyak 19 kali sebulan (2009), 21 kali sebulan (2010) dan 25 kali sebulan (2011). Sementara bila di pasar basah hanya 12 kali sebulan (2009), 15 kali sebulan (2010) dan 16 kali sebulan (2011).

Di minimarket sebanyak 7 kali sebulan (2009), 7 kali sebulan (2010) dan 7 kali sebulan (2011). Sedangkan di supermarket sebanyak 3 kali sebulan (2009), 2 kali sebulan (2010) dan 3 kali sebulan (2011) dan di Hypermarket dalam tiga tahun berturut-turut hanya 2 kali per bulan.

"Kebanyakan mereka masih berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti sayur dan buah segar, daging dan seafood," katanya. Survei Nielsen ini dilakukan pada 8 Oktober hingga 23 November 2011. Survei dilakukan pada 1.500 responden dengan usia 15-65 tahun di Jadetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan dan Semarang.
2gPBK.png
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.