Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
PALEMBANG, KOMPAS--Dua sekolah di Palembang, yaitu SD Negeri 177 dan SD Negeri 178, di Kecamatan Sekip, Palembang, tergenang banjir, Selasa (17/4). Akibat hujan deras yang mengguyur Palembang sejak Senin malam ini membuat banjir setinggi betis orang dewasa itu mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Pantauan Kompas, sebagian siswa di SD Negeri 178 terpaksa belajar di tengah genangan air, dan sebagian lainnya dipulangkan lebih awal karena banjir menggenangi ruang kelas mereka.
Kepala SD Negeri 178, Masuari mengatakan, banjir sudah menggenangi sekolah sejak pukul 07.00. Akibatnya, 350 siswa di enam ruang kelas yang terendam air terpaksa hanya mengikuti satu pelajaran dan dipulangkan lebih awal. Sebagian siswa lainnya sibuk membersihkan ruang kelas mereka yang kotor. Banjir itu menyebabkan meja dan kursi terendam banjir.
Sejumlah siswa yang belahar hari itu merasa terganggu akibat banjir. Selain banyak nyamuk, genangan air menyebabkan siswa harus melepas sepatu dan berjalan tanpa alas kaki. ”Belajar menjadi tidak tenang, dan kaki gatal-gatal karena tidak pakai sepatu,” keluh David Chandra, siswa kelas 5, SD Negeri 178.
Sementara itu, siswa di SMP 177 yang letaknya berseberangan dengan gedung SD Negeri 178 tetap mengikuti pelajaran meskipun sekeliling mereka tergenang air. Guru SD Negeri 177, Baina, mengatakan, banjir di sekolah itu hampir selalu terjadi setiap hujan deras, akibat luapan Sungai Bendung di dekat sekolah itu. Ia berharap pemerintah memberikan solusi bagi sekolah untuk mengatasi banjir.
Drainase yang buruk di Palembang menyebabkan daerah itu hampir selalu terkena banjir setiap hujan deras. Hingga kini, perbaikan drainase belum berjalan optimal karena banjir terus berlangsung di sejumlah wilayah setiap tahun.
Pantauan Kompas, sebagian siswa di SD Negeri 178 terpaksa belajar di tengah genangan air, dan sebagian lainnya dipulangkan lebih awal karena banjir menggenangi ruang kelas mereka.
Kepala SD Negeri 178, Masuari mengatakan, banjir sudah menggenangi sekolah sejak pukul 07.00. Akibatnya, 350 siswa di enam ruang kelas yang terendam air terpaksa hanya mengikuti satu pelajaran dan dipulangkan lebih awal. Sebagian siswa lainnya sibuk membersihkan ruang kelas mereka yang kotor. Banjir itu menyebabkan meja dan kursi terendam banjir.
Sejumlah siswa yang belahar hari itu merasa terganggu akibat banjir. Selain banyak nyamuk, genangan air menyebabkan siswa harus melepas sepatu dan berjalan tanpa alas kaki. ”Belajar menjadi tidak tenang, dan kaki gatal-gatal karena tidak pakai sepatu,” keluh David Chandra, siswa kelas 5, SD Negeri 178.
Sementara itu, siswa di SMP 177 yang letaknya berseberangan dengan gedung SD Negeri 178 tetap mengikuti pelajaran meskipun sekeliling mereka tergenang air. Guru SD Negeri 177, Baina, mengatakan, banjir di sekolah itu hampir selalu terjadi setiap hujan deras, akibat luapan Sungai Bendung di dekat sekolah itu. Ia berharap pemerintah memberikan solusi bagi sekolah untuk mengatasi banjir.
Drainase yang buruk di Palembang menyebabkan daerah itu hampir selalu terkena banjir setiap hujan deras. Hingga kini, perbaikan drainase belum berjalan optimal karena banjir terus berlangsung di sejumlah wilayah setiap tahun.