Politik Dua Pria Tersangka Kasus Salisbury, Hanya Turis yang Ingin Melihat Katedral

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 14 Sep 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner E

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    544
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Dua orang pria Rusia yang menjadi tersangka kasus Salisbury mengatakan bahwa mereka hanyalah turis yang ingin mengunjungi gereja Katedral dan melihat Stonehenge. Keduanya tertangkap kamera CCTV saat sedang berada di Salisbury, di mana mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal tinggal.

    Oleh: Nathan Hodge, Laura Smith-Spark (CNN)

    Dua orang Rusia yang dituduh melakukan serangan agen saraf di Inggris telah mengakui bahwa mereka mengunjungi kota tempat serangan itu terjadi, tetapi mengatakan bahwa tujuan perjalanan singkat mereka adalah untuk mengunjungi katedral bersejarah, dan bukan untuk meracuni mantan agen ganda yang kebetulan tinggal di sana.

    Ketika orang-orang tersebut yang diidentifikasi sebagai Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov mengunjungi Salisbury pada bulan Maret, kota ini berada dalam cengkeraman salju akibat musim dingin paling parah yang menghantam Inggris selama bertahun-tahun.

    Tetapi dua tersangka kasus Salisbury mengatakan kepada jaringan RT yang didukung Kremlin, bahwa tujuan perjalanan tiga hari mereka sjeauh 6.000 mil dari Moskow, adalah untuk mengunjungi “kota yang indah”, katedral yang bagus, dan situs bersejarah lainnya, seperti lingkaran batu kuno di Stonehenge dan situs pemukiman prasejarah Old Sarum. Teman-teman mereka telah menyarankan kepada mereka selama beberapa waktu untuk melakukan perjalanan itu, kata mereka.

    Dalam sebuah wawancara dengan pemimpin redaksi RT Margarita Simonyan, kedua pria itu menunjukkan pengetahuan rinci tentang Katedral Salisbury, menekankan menara dan jam setinggi 123 meter, “pertama dari jenisnya di mana pun di dunia.”

    Mereka mengaku tidak ada hubungannya dengan serangan terhadap Sergei Skripal dan putrinya Yulia, yang ditemukan terpuruk di sebuah bangku, ketika orang-orang Rusia tersebut berada di kereta kembali ke London. Mereka mungkin terlihat di jalan yang sama dengan rumah keluarga Skripal, kata mereka, tetapi mereka tidak tahu bekas mata-mata itu tinggal di sana.

    Cerita mereka menunjukkan bahwa Rusia tidak berencana untuk menyangkal catatan waktu rekaman CCTV yang diproduksi oleh Inggris tersebut, yang menunjukkan keduanya berada di berbagai lokasi antara tanggal 2-4 Maret, tetapi untuk menegaskan bahwa rekaman tersebut disalahtafsirkan dan bahwa ada penjelasan bahwa mereka tidak bersalah.

    Pemerintah Inggris menolak klaim kedua orang itu bahwa mereka hanya wisatawan sipil.

    Baca Sumber

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG