Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Halo gan,sis. sudah lama saya tidak buat thread. kali ini saya akan membahas kasus yg sedang hangat & penuh drama ini. selamat membaca.
Nofriansyah Yosua Hutabarat atau yg lebih diketahui sebagai Brigadir J dilaporkan tewas di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada tanggal 8 juli 2022. brigadir j juga merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Ferdy sambo melaporkan kejadian yg terjadi di rumah nya kepada polres jakarta yg kemudian dilakukan autopsi pada jenazah brigadir J & ditemukan 7 luka tembakan pada tubuh brigadir j yg jadi penyebab kematiannya, & Brigadir J dinyatakan meninggal pada pukul 17.00 wib. Kemudian pada hari yg sama setelah diadakan autopsi Putri C yg merupakan Istri dari Ferdy Sambo menciptakan laporan pelecehan seksual yg terjadi pada dirinya & dilakukan oleh Brigadir J.
Setelah dilakukannya autopsi pada keesokan harinya jenazah dipulangkan kepada keluarga Brigadir J, namun ditemukan banyak keanehan pada jenazah yg mana bukan cuma ada luka tembakan seperti yg dilaporkan tetapi terdapat luka lainnya yg ada di tubuh Brigadir J seperti luka sayatan & kuku yg lepas. Bukan cuma itu keluarga menilai laoporan hasil autopsi yg diberikan kepada keluarga ternyata seprti kosong & tidak menyertakan hasil dari autopsi cuma informasi biasa dari Brigadir J .
Pada Tanggal 11 Juli 2022 kematian Brigadir J baru diumumkan ke publik setelah 3 hari berlalu dengan alasan sedang dalam moment idul adha.
Bharada Richard Eliezer atau yg diketahui dengan Bharada E yg juga merupakan ajudan dari Ferdy Sambo memberikan kesaksian pada kepolisian bahwa pada hari kematian Brigadir J beliau berada di TKP & melaporkan terjadinya adu tembak antara dirinya & Brigadir J. dikatakannya bahwa pada hari itu Bharada E berada di rumah Ferdy sambo & sedang beristirahat mendengar teriakan dari Putri C & langsung menghampiri & mencari tahu apa yg terjadi & terlihat Brigadir J memegang senjata & menodongkan senjata kepada Bharada E pada saat ditanya apa yg sudah terjadi. Bharada E melepaskan tembakan kepada Brigadir J karna merasa terancam setelah sebelumnya Brigadir J terlebih dahulu melepaskan tembakan kepada Bharada E. Tembakan Bharada E mengenai Brigadir J yg menciptakan Brigadir J tewas ditempat.
Ferdy Sambo menyatakan dirinya pada saat itu sedang mengerjakan test PCR yg dilakukan entah dimana & belum ditemukan bukti bahwa test tersebut dilakukan dimana.
Kepolisian tidak dapat mengecek CCTV TKP karna ternyata CCTV dirumah Ferdy Sambo sedang mengalami kerusakan 2 pekan sebelum kejadian tersebut. Apakah ini kebetulan?
Pada tanggal 9 Agustus Irjen Ferdy Sambo dinyatakan sebagai tersangka & merupakan dalang dari kematian Brigadir j. Ditemukan 31 orang lain yg terlibat dalam pembunuhan tersebut. hingga hari ini thread dibuat penyelidikan masih dilakukan & motif dari pembunuhan tersebut masih belum diumumkan kepada publik karna berbagai pertimbangan.
Nah seperti itu timeline kejadian yg menimpa Brigadir J. Bagaimana menurut gan sis yg sudah membaca, apa motif dari Ferdy sambo mengerjakan hal yg sangat kejam tersebut? apa masalahnya begitu akbar hingga harus melibatkan 31 orang lainnya & mengorbankan jabatannya sendiri?
Apapun itu mari kita terus kawal kasusnya hingga pelaku & semua yg terlibat dapat mendapatkan sanksi yg setimpal, atau bahkan motif nya dapat diungkap ke media.
Terimakasih sudah membaca thread ini & nantikan thread selanjutnya dari saya