semutsedeng
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 69471
- Sejak
- 27 Apr 2009
- Pesan
- 5.596
- Nilai reaksi
- 138
- Poin
- 63
Pemanasan global yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini ternyata benar-benar menjadi momok tidak hanya bagi peradaban manusia, tetapi juga hewan. Penelitian menunjukkan adanya evolusi terhadap perkembangan domba. Domba yang seharusnya tumbuh lebih besar ternyata mengalami pengerdilan. Penelitian ini dilakukan para ilmuwan yang dipimpin ole Tim Coulon dari Imperial College London.
Fenomena yang terjadi pada pengerdilan tubuh domba tersebut disebabkan perubahan kondisi alam di mana binatang berkaki empat ini hidup. Musim dingin yang tenang membantu domba yang lebih kecil untuk bisa bertahan hidup, dan akhirnya berdampak pada perkembangan terbalik dari segi ukuran. Para ilmuwan mulai bekerja pada 1985 di Pulau Hirta, salah satu wilayah di Skotlandia, dengan mengambil domba berjenis Soay sebagai sample. Dilaporkan domba mengalami penyustan ukuran tubuh 5 persen baik tinggi maupun beratnya.
Meskipun penyebab pasti kejadian alam yang pertama kali dilaporkan pada 2007 masih diperdebatkan, Coulon tetap yakin kondisi alam lah yang memegang peranan paling penting. Menurutnya, Pulau Hirta hampir menyerupai laboratorium alam. Hanya ada hewan dan tumbuh-tumbuhan di sana. Untuk membuktikan temuan terebut, mereka mempergunakan suatu formula "Price equation", yang ditemukan oleh George Price, pakar teori evolusi. "Price equation" dapat membantu memprediksi bagaimana perubahan fisik, seperti ukuran tubuh, bisa berubah dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
”Pada zaman dulu, hanya domba besar dan sehat yang bisa bertahan melawan musim dingin yang berat. Namun karena perubahan iklim, kini ketersediaan rumput cukup untuk beberapa bulan lebih lama di pulau ini. Kondisi alam seperti ini tidak memberi tantangan yang cukup signifikan untuk domba bisa bertahan hidup. Bahkan domba-domba yang kecil, yang kemudian menjadi lebih dominant di komunitasnya” papar Prof. Coulon. Tim peneliti juga menemukan ternyata domba-domba muda cenderung melahirkan domba yang berukuran lebih kecil, sebuah fenomena yang disebut “efek ibu muda”. Pengaruh perubahan kondisi alam yang selanjutnya mengakibatkan “efek ibu muda” ini lah yang bertindak sebagai seleki alam, lanjut Coulon.
Untuk masa yang akan datang, para ilmuwan percaya domba-domba tersebut akan terus mengalami pengecilan. “Mungkin terlalu dini untuk mengatakan, kalau seratus tahun yang akan datang kita kan menjumpai gerombolan domba-domba yang berukuran cihuahua,” ujar Profesor dari London ini.