yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak kapok, meski pernah bermasalah dalam pengadaan bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB), karena adanya bus yang berkarat dan tampak tidak baru lagi.
Sebab, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar, Senin, 28 April 2014, menuturkan bahwa pada tahun ini Pemprov DKI Jakarta menganggarkan kembali untuk pengadaan bus TransJakarta sebesar Rp1,7 trilliun.
Menurut Akbar, penambahan armada bus Transjakarta kali ini akan melalui sistem elektronik katalog (e-katalog). Saat ini, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) belum selesai menerbitkan daftar harga bus yang akan dimasukkan ke dalam e-katalog.
"Penambahan bus TransJakarta sedang disiapkan. Kita pakai melalui e-katalog. Tetapi, sampai sekarang LKPP belum selesai menerbitkan daftar harga bus yang akan dimasukkan dalam e-katalog," kata Akbar, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta.
Meski sudah dialokasikan anggaran penambahan bus TransJakarta sebesar Rp1,7 triliun, namun Pemprov DKI Jakarta belum bisa menentukan berapa banyak unit bus TransJakarta yang akan dibeli. Sebab, harga satuan bus belum masuk dalam daftar e-katalog.
"Saya belum tahu harganya. Itu kan, tergantung harganya. Memang, total anggarannya Rp1,7 triliun. Tetapi, jumlah unitnya itu tergantung berapa harga yang dimuat dalam e-katalog," ujarnya.
Menurut Akbar, untuk vendor bus, Dishub DKI tidak akan melakukan komunikasi apa pun dengan vendor bus. Pihaknya akan langsung bertemu dengan LKPP, kemudian akan dilakukan survei untuk melihat pabrik milik vendor tersebut.
"Belum tahu vendornya apa. Mereka kan langsung ke LKPP, tidak melalui Dishub DKI. LKPP yang langsung survei ke pabrik yang ada," tuturnya.
Akbar menambahkan, untuk menyelesaikan harga satuan bus untuk TransJakarta akan dilakukan pada akhir bulan ini. Dishub DKI akan menyerahkan penyelesaian itu kepada LKPP.
Dia mengharapkan bahwa satuan harga bus per unit dapat segera diselesaikan, sehingga pihaknya dapat melakukan pembelian bus TransJakarta. "Katanya bulan ini. Tetapi sekarang sudah tinggal tiga hari ya, mudah-mudahan selesai, kan masih ada beberapa hari lagi," ujarnya.
Sebab, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar, Senin, 28 April 2014, menuturkan bahwa pada tahun ini Pemprov DKI Jakarta menganggarkan kembali untuk pengadaan bus TransJakarta sebesar Rp1,7 trilliun.
Menurut Akbar, penambahan armada bus Transjakarta kali ini akan melalui sistem elektronik katalog (e-katalog). Saat ini, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) belum selesai menerbitkan daftar harga bus yang akan dimasukkan ke dalam e-katalog.
"Penambahan bus TransJakarta sedang disiapkan. Kita pakai melalui e-katalog. Tetapi, sampai sekarang LKPP belum selesai menerbitkan daftar harga bus yang akan dimasukkan dalam e-katalog," kata Akbar, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta.
Meski sudah dialokasikan anggaran penambahan bus TransJakarta sebesar Rp1,7 triliun, namun Pemprov DKI Jakarta belum bisa menentukan berapa banyak unit bus TransJakarta yang akan dibeli. Sebab, harga satuan bus belum masuk dalam daftar e-katalog.
"Saya belum tahu harganya. Itu kan, tergantung harganya. Memang, total anggarannya Rp1,7 triliun. Tetapi, jumlah unitnya itu tergantung berapa harga yang dimuat dalam e-katalog," ujarnya.
Menurut Akbar, untuk vendor bus, Dishub DKI tidak akan melakukan komunikasi apa pun dengan vendor bus. Pihaknya akan langsung bertemu dengan LKPP, kemudian akan dilakukan survei untuk melihat pabrik milik vendor tersebut.
"Belum tahu vendornya apa. Mereka kan langsung ke LKPP, tidak melalui Dishub DKI. LKPP yang langsung survei ke pabrik yang ada," tuturnya.
Akbar menambahkan, untuk menyelesaikan harga satuan bus untuk TransJakarta akan dilakukan pada akhir bulan ini. Dishub DKI akan menyerahkan penyelesaian itu kepada LKPP.
Dia mengharapkan bahwa satuan harga bus per unit dapat segera diselesaikan, sehingga pihaknya dapat melakukan pembelian bus TransJakarta. "Katanya bulan ini. Tetapi sekarang sudah tinggal tiga hari ya, mudah-mudahan selesai, kan masih ada beberapa hari lagi," ujarnya.