• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dimulai Dari Dirimu

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
Dimulai Dari Dirimu
Roma 12:17-18; Amsal 11:17

Firman Tuhan tidak pernah mengizinkan kita untuk hidup dalam ketegangan atau perseteruan, walaupun keadaan tidak menyenangkan itu tidak timbul oleh karena kesalahan kita. Untuk mencapai kedamaian di dalam kehidupan sehari-hari, firman Tuhan mengajarkan supaya kitalah yang membuat penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kedamaian tersebut."Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"(Rm 12:18)

Bill dan Mary adalah pasangan suami-istri yang tetap hidup berdampingan walaupun di dalam rumah tangga mereka sering terjadi ketegangan yang disebabkan oleh perbedaan karakter. Bill dikenal sebagai Pria yang egois, suka berdebat, sulit bergaul, suka mengkritik, selalu menunjukkan sikap-sikap negatifnya dan sangat suka membanggakan dirinya. Bill juga tidak suka membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian. Mary sangat berbeda dengan Bill, ia adalah wanita yang baik, lembut, sabar dan sangat mengasihi Tuhan. Mary jarang mengeluhkan sifat-sifat buruk suaminya, ia lebih memilih untuk Diam dan bergumul di dalam doa. Ia mau supaya Tuhan mengubahkan suaminya. Suatu kali mary berkata demikian kepada Tuhan di dalam doanya,"Tuhan, mengapa aku harus hidup dengan suami yang seperti ini kapan Engkau akan mengubahkan suamiku?" Mary cukup lama berdiam diri di dalam doa dan Tuhan berbicara di dalam hatinya, "Mary, aku akan mengubah suamimu segera setelah engkau berubah." Tuhan apa maksudMu?Dialah sumber masalahnya, bukan aku," kata Mary membela diri. "Mary, engkau belum melakukan semua upaya yang bisa kau lakukan, karena engkau sering bersikap masa bodoh terhadap masalah ini. Aku mengangapmu bertanggung jawab karena engkau lebih yang dahulu mengetahui kebenaran. Engkau tahu bahwa sebagai orang yang lebih dahulu tahu akan kebenaran, engkaulah yang harus mengupayakan kedamaian di dalam rumahmu. Jika engkau melakukan bagianmu, maka Aku akan mengubahkan Bill," itulah jawaban yang Tuhan beri di dalam hati Mary. Mary pun mulai meresponi kata-kata Tuhan itu dengan tindakan nyata untuk menjaga kedamaian di dalam rumahnya. Setelah hari itu Mary lebih banyak melayani Bill dan mencoba memenuhi kebutuhan Bill sebagai seorang Pria, Yaitu kebutuhan akan rasa dihormati dan dikagumi. Apa yang terjadi? Dalam kurun waktu setahun Bill menunjukkan banyak perubahan.

Kalau kita menginginkan kedamaian, maka kita harus menebarkan harum perdamaian kepada semua orang yang ada di sekitar kita. Jika kita ingin hidup di dalam lingkungan yang saling menghargai, bangunlah rasa hormat kepada setiap orang. Biarkan orang tahu bahwa kita menghargai dan mengaguminya dengan tulus. Sikap ini akan membangun suasana saling menghargai. Keadaan akan semakin baik manakala kita yang terlebih dahulu berubah karena kita sudah mengenal kebenaran itu.


DOA
Bapa, aku mau hidup menjadi berkat dan menjadi pembawa damai di manapun aku berada. Berilah aku kemampuan menjadi terangMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
 
Nice post....

Semuanya memang dimulai dari diri kita sendiri. Perubahan juga harus dimulai dari diri kita sendiri. Jika kita menuntut orang lain untuk berubah, kita juga akan menerima tunutan dari orang tersebut. Banyak pasangan suami istri yang mengalami keretakan rumah tangga karena saling menuntut. Berbeda jika kedua nelah pihak mengoreksi diri dan saling memberkati satu sama lain. Jika seorang menabur berkat, orang itu akan menuai berkat juga hingga kedua belah pihak memperoleh berkat. Ingin rumah tangga kita menjadi baik? Anak kita menjadi baik? Orang tua kita menjadi baik? Negara kita menjadi baik? Dimulai dari diri kita sendiri.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.