• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Demi Bubur Rela Lepas Jabatan Manajer

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
H6R4.jpg

Meski menduduki jabatan tinggi di perusahaan, Muhamad Suci Mardiko lebih memilih meninggalkan pekerjaannya untuk berjualan bubur. Ia mengundurkan diri ketika baru menjadi manajer selama tiga bulan.

Suci bekerja di perusahaan asal Jepang di Pasuruan, begitu lulus kuliah pada 1999. Hingga 2003, ia berhenti menjadi manajer. Gaji pada saat awal menjadi karyawan pada waktu itu Rp3 juta per bulan.
Jumlah itu termasuk besar bagi karyawan pada sekitar tahun 2000. Ketika diangkat menjadi karyawan, gajinya Rp5 juta per bulan. Namun, ia memutuskan untuk mengundurkan diri.

"Saya takut kalau lebih dari tiga bulan menjadi manajer, nanti saya semakin nyaman dan malahan tidak keluar," ujar Suci beberapa waktu lalu.

Suci menilai, jenjang karier menjadi karyawan sangat terbatas. Jika bekerja di perusahaan besar, seseorang harus menunggu giliran naik, karena seluruh posisi sudah penuh. Sementara itu, jika bekerja di perusahaan yang baru berkembang, kenaikan gajinya hanya mencapai 10 persen per tahun.

Sejak mengundurkan diri pada 2003, ia memilih menjadi pengusaha. Pada 2006, ia terpikir untuk mencoba bidang kuliner. Ia memutuskan untuk menjual bubur ayam, karena merupakan jenis makanan yang memiliki banyak ragam dan hampir tersedia di semua daerah.

Suci lalu membuat tiga gerobak bermodalkan uang Rp12 juta. Suci mengenang, ketika pertama kali berdagang bubur, tempat yang pertama ia sambangi adalah kawasan industri bekas kantornya. Ia mengajak teman-temannya yang menjadi manajer untuk berkumpul makan bersama.

Usahanya mulai berkembang, sehingga ia memutuskan membuat waralaba dengan merek Bubur'Qu. Saat ini, ia memiliki 70 outlet Bubur'Qu di seluruh pulau besar di Indonesia, kecuali Papua.

Ia tak pernah menyesali pilihannya keluar dari pekerjaannya. "Saya malah merasa beruntung. Orang tuanya juga tidak pernah merasa menyesal dirinya berhenti bekerja dan menjadi pengusaha," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.