Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Happy weekend, Gan, Sist.
Cerita ane pagi ini, diawali dengan terdengar ledakan dari arah ruang kerja Ayah.
Jam 6 lebih ane mager kembali naek ke kasur, karena males mau keluar. Ujan grimis dari semalam gak berhenti, jadi bikin kemageran ini makin mager lagi. Tiba-tiba ane mencium bau aneh. Tipis, menusuk, seperti plastik yg dipanaskan terlalu lama. Ane mengingat, menganalisis & mencari tahu. Uhuk
Apaan, sih?
Detik berikutnyaDUARR!
Suara letupan keras bikin ane tersentak. Langsung ane keluar kamar, berlari ke ruang depan, tempat Ayah service hp, laptop, komputer, dll. Jadi emang kabel bersliweran di meja udah biasa.
Di atas meja, kilatan kecil muncul, disusul percikan api. Ane refleks lari karena api makin gede & udah hingga di kabel-kabel sekitarnya. Keyboard juga udah nyala.
Menyala keyboardku.
Bau hangus makin menyengat. Asap mulai memenuhi ruang.
Di dekat keyboard ada duet, yg untuk belanja pagi ini, & ikut menyala.
Definisi membakar duet beneran.
Di bawah meja ada hp-hp yg masih menunggu di-service, & ikut terbakar. Jadi puyeng, berapa duet itu yg terbakar dalam bentuk hp.
Ane gak langsung madamin api, tetapi matiin listrik lewat meteran. Abis itu baru ambil baju dicelupin ke aer buat madamin api.
Kejadiannya cepet, gak ada satu menit. Baru setelah semua padam, ane masuk bangunin Ayah.
Seperti wanita pada umumnya, hal perdana tentu saja ngomel hingga mulut berbusa.
Pesan yg harap ane hinggakan:
Jangan remehkan kebiasaan kecil. Mengecas baterai semalaman, colokan yg dibiarkan, atau barang mudah terbakar di dekat listriksemuanya dapat jadi awal bencana. Selalu periksa, sering waspada. Keselamatan tidak pernah berlebihan. Karena kadang, satu kelalaian kecil dapat menyalakan api yg hampir merenggut segalanya.
Cerita ane pagi ini, diawali dengan terdengar ledakan dari arah ruang kerja Ayah.
Jam 6 lebih ane mager kembali naek ke kasur, karena males mau keluar. Ujan grimis dari semalam gak berhenti, jadi bikin kemageran ini makin mager lagi. Tiba-tiba ane mencium bau aneh. Tipis, menusuk, seperti plastik yg dipanaskan terlalu lama. Ane mengingat, menganalisis & mencari tahu. Uhuk
Apaan, sih?
Detik berikutnyaDUARR!
Suara letupan keras bikin ane tersentak. Langsung ane keluar kamar, berlari ke ruang depan, tempat Ayah service hp, laptop, komputer, dll. Jadi emang kabel bersliweran di meja udah biasa.
Di atas meja, kilatan kecil muncul, disusul percikan api. Ane refleks lari karena api makin gede & udah hingga di kabel-kabel sekitarnya. Keyboard juga udah nyala.
Menyala keyboardku.
Bau hangus makin menyengat. Asap mulai memenuhi ruang.
Di dekat keyboard ada duet, yg untuk belanja pagi ini, & ikut menyala.
Definisi membakar duet beneran.
Di bawah meja ada hp-hp yg masih menunggu di-service, & ikut terbakar. Jadi puyeng, berapa duet itu yg terbakar dalam bentuk hp.
Ane gak langsung madamin api, tetapi matiin listrik lewat meteran. Abis itu baru ambil baju dicelupin ke aer buat madamin api.
Kejadiannya cepet, gak ada satu menit. Baru setelah semua padam, ane masuk bangunin Ayah.
Seperti wanita pada umumnya, hal perdana tentu saja ngomel hingga mulut berbusa.
Pesan yg harap ane hinggakan:
Jangan remehkan kebiasaan kecil. Mengecas baterai semalaman, colokan yg dibiarkan, atau barang mudah terbakar di dekat listriksemuanya dapat jadi awal bencana. Selalu periksa, sering waspada. Keselamatan tidak pernah berlebihan. Karena kadang, satu kelalaian kecil dapat menyalakan api yg hampir merenggut segalanya.