• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Dari Balik Sel, Robert Tantular Bisa Alihkan Aset bunk Century

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
tX8ks.jpg

Mantan pemilik bunk Century Robert Tantular diketahui bisa mengalihkan aset bunk Century dari balik sel. Hingga kini, aset berupa bangunan yang berada di Solo, Jawa Tengah itu masih belum bisa disita negara.

Hal ini terungkap dalam rapat Timwas Century bersama dengan tim pemburu aset di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013). "Latar belakang rapat ini kejadian di (Lapas) Solo itu, Robert Tantular bisa mengalihkan asetnya. Apakah ini betul?" ungkap anggota Timwas Century dari Fraksi PKS, Indra.

Jaksa Agung Basrief Arief kemudian membenarkan pernyataan ini. Menurut Basrief, gedung itu telah disewakan Robert kepada bunk Century pada tahun 2005-2011. Namun, pada tahun 2012, terjadi pengalihan aset. Pada tahun 2013, bunk Mutiara cabang Solo kemudian diketahui menggunakan kembali gedung itu. Basrief mengaku dalam proses pengalihan aset itu, Robert masih terus mendekam di dalam penjara.

"Masih dalam penelusuran kenapa terjadi," kata Barief.

Dia menuturkan proses pengalihan aset berupa gedung perkantoran seluas 700 meter persegi ini terjadi melalui perjanjian perikatan jual beli lunas (PPJB) beserta surat kuasa. "Dengan itu tentu pembeli punya akta jual-beli sekaligus jadi kuasa," kata dia.

Kejaksaan, lanjut Basrief, masih menelusuri otentisitas dokumen-dokumen jual-beli itu. Penelusuran ini diperlukan supaya aset bangunan ini bisa disita negara. “Kami akan telusuri bekerja sama dengan Kapolri,” imbuh Basrief.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.