• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita danang Rp214 Juta Galabo Balik ke Kasda

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
2MP64.jpg


SOLO--danang pengadaan fasilitas meja dan kursi Gladak Langen Bogan (Galabo) senilai Rp214 juta akhirnya kembali ke kas daerah (Kasda).

Fasilitas itu terbukti tak direalisasikan sesuai tahun anggarannya, 2012. Sementara danang Rp196 juta untuk pengadaan gerobak di mata anggaran yang sama tak perlu dikembalikan ke Kasda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, saat ditemui wartawan di Balaikota, akhir pekan kemarin, membenarkan danang pengadaan fasilitas meja kursi kembali ke APBD. Hal itu lantaran anggaran tak terserap hingga tutup buku 2012.

“Meja kursi itu kan dianggarkan di APBD-Perubahan 2012. Karena waktunya mepet akhirnya tidak terserap,” terangnya.

Terkait pengadaan gerobak senilai Rp196 juta, Sekda menolak danang itu harus dikembalikan ke Kasda. Budi mengatakan seluruh gerobak berjumlah 25 sudah jadi dan kini berada di gudang pengelola di Pucangsawit. Sebelumnya, DPRD mendesak duit pengadaan gerobak dikembalikan lantaran dituding belum dikerjakan.

“Sudah ada di gudang, bisa dicek. Pemkot bisa mempertanggungjawabkan,” katanya.

Masalah Teknis

Menurut Sekda, belum dibaginya gerobak pada pedagang hanya karena masalah teknis. Budi mengklaim tidak semua pedagang menginginkan konsep gerobak yang sama. “Jadi kami sesuaikan dulu. Yang 13 [gerobak] dilubangi sementara sisanya tanpa lubang,” tuturnya.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kepala UPTD Kawasan Kuliner Dinas Perindustrian dan Perdagangan Solo, Agus Sisworyanto. Kepada Solopos.com, Minggu (20/1/2013), Agus mengklaim pengerjaan 25 gerobak sudah rampung 30 November 2012.

Selain penyesuaian bentuk gerobak, Agus menyebut pembagian gerobak menunggu inventarisasi gerobak rusak rampung. “Tidak semua pedagang mendapat gerobak baru. Hanya yang rusak yang kami tarik.”

Lebih lanjut, Agus membantah sempat menerima duit Rp214 juta untuk pengadaan meja dan kursi. Menurutnya, danang tersebut sejak awal berada di Kasda. “Jadi istilahnya tidak dikembalikan. Wong dananya saja belum cair,” akunya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.