• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cara untuk mendapatkan sholat khusyu'

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ghx-14
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ghx-14

IndoForum Beginner E
No. Urut
32262
Sejak
2 Feb 2008
Pesan
424
Nilai reaksi
4
Poin
18
Shalat dengan khusyu' itu tidak bisa kita definisikan secara akal-akalan, apalagi menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman rohani seseorang. Sebab shalat itu ibadah ritual, di mana kita sama sekali tidak punya ruang untuk melakukan improvisasi sendiri.

Maka konsep shalat khusyu' haruslah turun dari langit, yaitu dari yang memerintahkan shalat itu sendiri. Kita tidak diberi peluang untuk membuat-buat aturan tentang kekhusyu'an ritual shalat.

Maka alangkah baiknya bilakonsep khusyu' itu sendiri yang perlu kita tetapkan terlebih dahulu. Jangan sampai kita hanya mengarang sendiri. Untunglah kita ini umat nabi Muhammad SAW, sehingga tidak ada masalah untuk mencariguidedalam urusan kekhusyu'an shalat. Guide kitaadalah Rasulullah SAW dalam urusan ini. Kalau mau tahu seperti apa shalat khusyu', maka lihatlah tata cara shalat beliau.

Khusyu Bukan Kontemplasi

Kalau kita sudah sepakat bahwa orang yang paling berhak untuk menetapkan kekhusyuan dalam shalat adalah Rasululah SAW, maka insya Allah kita sudah mendapatkan separuh dari jawaban masalah khusyu' ini. Lain halnya kalau ada di antara kita yang masih berpikir bahwa ada sosok lain yang lebih perlu kita ikuti dari sosok Rasulullah SAW.

Maka sekilas kita dapat melihat bagaimana praktek shalat Rasulullah SAW yang disebut dengan khusyu'. Adakah beliau pada saat shalat melakukan beragam ritual kontemplasi sehingga tidak ingat apa-apa? Adakah saat shalat beliau menutup diri dari kejadian di sekitarnya? Adakah saat shalat beliau lupa ingatan dan hanya membangun hubungan dengan Allah saja tanpa mempedulikan orang lain?

Ternyata tidak demikian. Justru Rasululah SAW ketika shalat sangat peduli lingkungan. Bukankah beliau mempercepat shalatnya kalau sedang menjadi imam dan mendengar ada bayi yang menangis dari shaf para wanita? Bukankah beliau memerintahkan kita yang sedang shalat untuk menghalangai orang yang akan lewat di depan kita? Bukankah beliau memerintahkan kita yang sedang shalat untuk membunuh ular?

Kalau shalat khusyu' dimaknai sebagai memtuskan diri dari semua yang ada selain Allah saja, maka bagaimana bisa Rasulullah SAW mempercepat shalatnya saat bayi menangis? Bagaiman bisa beliau meminta kita menghalangi orang yang mau lewat atau membunuh ular?

Pernah suatu ketika saat beliau sujud, kedua cucunya naik ke atas bahu beliau. Maka beliau pun memperlama sujudnya, seolah memberi kesempatan kepada kedua cucunya itu untuk puas bermain naik ke atas bahunya.

Nah, inilah bentuk shalat khusyu' yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dan jelas sekali tidak ada kekhususan dalam hal ini. Rasulullah SAW adalah suri tauladan kita. Beliau yang mengatakan, "Shalatlah kamu sebagaimaan kalian melihat aku melakukan shalat."

Khusyu' = Konsentrasi

Maka kalau kita timbang-timbang, agaknya yang dimaksud dengan khusyu' bukan semata-mata tidak ingat apa-apa kecuali Allah, melainkan merupakan sebuah konsentrasi untuk menjalankan shalat dengan baik, sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dan shalatnya Rasulullah SAW adalah shalat yang 'Peduli Lingkungan'.

Beliaulah yang mengajarkan kepada kita untuk menjawab salam saat shalat dengan isyarat. Dan itulah shalat yang khusyu'. Beliau pula yang mengajarkan bagaimana makmum berkewajiban membenarkan gerakan atau bacaan imam, bahkan shat yang paling belakang, yaitu shaf para wanita, juga diberikan hak untuk membenarkan iman, dengan cara bertepuk.

Kalau shalat khusyu' dimaknai sebagai tidak ingat apa-apa yang ada di sekelilingnya, bagaimana mungkin makmum membenarkan imam?

Maka yang paling mudah dalam memahami konsep khusyu' adalah bahwa seseorang melakukan shalat dan dia konsentrasi terhadap apa yang sendang dilakukannya. Kalau dia membaca ayat Al-Quran, maka dia memahami apa yang dibacanya dan benar-benar konsentrasi terhadap bacaan serta maknya yang dikandungnya.

Ketika dia mengucapkan takbir, maka dia meresapi bahwa hanya Allah saja yang Maha Besar, yang selain Allah tidak ada apa-apanya. Ketika dia membaca doa istiftah, maka dia benar-benar meresapi makna yang terkandung di dalamnya.

Kalau dia menjadi makmum atau imam, maka dia tahu bagaimana mengatur komposisi gerakan bersama jamaah yang lain. Dan yang lebih penting, dia ingat hitungan bilangan rakaatnya, tidak lupa atau rancu.

Jadi intinya, shalat yang khusyu' itu bukan semata-mata kontemplasi tidak ingat apa-apa, tetapi shalat khusyu' adalah shalat yang memenuhi semua syarat, rukun, kewajiban dan tahu makna dari tiap gerakan dan bacaannya, yang dilakukan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam bishshawab

mohon maaf bila ada yang salah dan kalaupun ada mohon diluruskan
 
tapi mengapa masih belum bisa sholat dengan khusyuk juga?????

cerminlah diri anda, apakah perbuatan yang selama ini anda kerjakan...
apakah dalam keseharian anda, anda termasuk orang yang suka melakukan perbuatan maksiat?
apakah anda seorang pezina?
ataukan anda seorang pendusta?
apakah anda suka menggunjing?
apakah anda orang yang terlalu berambisi ke urusan duniawi?
apakah anda orang2 yang termasuk golongan orang yang suka berbuat curang?
apakah anda tidak mencintai ayat2 alquran?

jika anda termasuk manusia diatas, maka jangan heran jika bukan kekhusyuk an yang didapat, namun anda sering lupa berapa rokaat yang telah anda kerjakan, tiba2 pikiran anda secara refleks memikirkan hal diluar kegiatan sholat. maka, sholat taubat lah..
minta ampunan kepada Allah SWT..
karena kita sering melakukan maksiat, kita seolah2 menjadi jauh dari Allah, dan setan menjadi dekat dalam diri kita.
sholat malam lah, menangislah, renungkan segala kesalahan mu, sadarlah bahwa dunia ini tidak abadi.. dan satu lagi, cintailah ayat2 alquran, bacalah minimal satu kali sehari sesudah sholat, karena jika alquran tidak kita baca, seolah dia terus mengutuki kita. coba cek alquran di lemari kamu, apakah telah jamuran? jangan sampai kita menyesal, tiba2 ketika kita buka alquran, hanya terlihat kertas kosong belaka, subhanallah, dan terlambat bagi kita untuk memohon ampun..
begitulah dari saya, secercah ilmu yang saya ketahui..

saya baru nongol nih, sibuk soalnya...
assalamualaikum...
:">
 
assalamualaikum

tapi kok sulit bgt ya menghadirkan allah ketika sholat......
ada yang bisa kasih tips ga????
ga kayak kalo kita ditimpa musibah yang berat(bagi diri sendiri)......
pasti mudah menghadirkan-Nya........
apa imanku masih kurang.......
ada tips menambah keimanan buat diri sendiri????????

maaf kalo ada salah2 kata.......

--peace--
 
assalamualaikum

tapi kok sulit bgt ya menghadirkan allah ketika sholat......
ada yang bisa kasih tips ga????
ga kayak kalo kita ditimpa musibah yang berat(bagi diri sendiri)......
pasti mudah menghadirkan-Nya........
apa imanku masih kurang.......
ada tips menambah keimanan buat diri sendiri????????

maaf kalo ada salah2 kata.......

--peace--

gimana ya, kata2 itu gak tepat nih... kamu gak perlu menghadirkan, karena Allah itu selalu ada, maha tau dan tidak pernah tidur..
sebenarnya jika kamu memiliki rasa syukur dan kecintaan atas Allah, niscaya insyaAllah semua itu akan indah, sholatlah dengan hati ikhlas, berserah diri kepada Allah semata..

Allah selalu ada ketika kita sedang bahagia, sedih, itulah juga merupakan salah satu rukun iman yang ke 6...:)
 
kalau mau belajar khusuk shalat mah coba buku karangan Abu sangkan
 
setahu gw para sahabat juga gak ada yang bisa khusyu' sampai selesai sholat.
Karena itu pahala yang kita terima didasarkan pada ke khusyu'an kita sholat semakin lama kita khusyu' semakin banyak pahala yang kita peroleh.

CMIIW
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.