• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

C I A

erica_aur

IndoForum Junior A
No. Urut
5603
Sejak
26 Agt 2006
Pesan
2.937
Nilai reaksi
211
Poin
63
Kepala CIA kini telah berganti kepemimpinan yang sekarang bernama Michael Haiden dan karena baru menjabat menjadi kepala,ia tidak mengenal agen-agennya
yang ditugaskan oleh kepala CIA yang lama. Oleh karena itu, ia memanggil beberapa agennya dan yang mendapat giliran pertama adalah agen yang bertugas di kawasan Asia.

”Kalian sudah lama bertugas?” Tanya Haiden kepada keempat agen yang bertugas di Cina, Jepang Iran dan Indonesia. ”Kami sudah lama kapten!”.
”Kalau begitu saya ingin tau laporan dari anda semua mengenai Negara yang menjadi target masing-masing anda!” perintah sang kepala.

”Baiklah! Saya ingin mendengar laporan dari anda agen 1. Anda bertugas di Cina sebagai Negara yang membahayakan Negara kita.” Kepala CIA itu meminta laporan dari agen Cina. ”Kapten! Cina sedang mengembangkan senjata dengan teknologi tinggi, rudal jarak jauh dan itu sangat membahayakan negeri kita kapten!” Salah satu dari agen
melapor dengan tegas dan dilanjutkan oleh para agen yang lain lagi. ”Kapten, Jepang juga diam-diam mengembangkan persenjataan dengan teknologi tinggi, mereka sedang merancang pesawat tak kasat mata kapten!”, ”Dan saya ingin melaporkan tentang Iran bahwa nuklir memang sudah dicoba dekembangkan di sana kapten!”.

Dari semua agen yang telah melapor, hanya agen yang dari Indonesia saja yang belum lapor. ”Hai kamu, mana laporanmu tentang Indonesia? Apakah Indonesia tidak ada yang membahayakan? saya kira begitu, benarkan?” Si kapten mengejek agen kusus Indonesia. ”Sangat-sangat membahayakan Kapten, saya kira
mereka bahkan sedang mempersiapkan untuk berperang.” Lapor agen itu dengan penuh semangat, dan mendengar perkataan agen itu ,Kapten dan agen-agen yang
lainnya penasaran dan ingin tau berita apa yang dibawa oleh agen itu. ”Kapten, saya menemukan di beberapa perkampungan di Indonesia anak-anak kecil sedang
berlatih dengan senjata, mereka menggunakan senjata dengan teknologi tinggi di mana kita tidak dapat memperkirakan apakah itu peluru atau batu yang terbang.
Yang menjadi sasaran dari mereka adalah mata dari para musuhnya, dan mereka juga sedang mengembangkan persenjataan dari limbah.” Agen kusus Indonesia itu
melaporkan tentang apa yang ia amati di Indonesia. ”Saya ingin tau apa nama dan model persenjataan yang sedang dikembangkan oleh Indonesia tersebut”, ”Saya
tidak faham dengan nama senjata itu tetapi bentuknya cukup sederhana ,hanya terbuat dari kayu dan karet saja, kalau tida salah namanya ketapel”.
 
Nilai Matematika

Suatu hari seorang anak pulang sekolah dengan hati sedih sambil memandangi lembaran yang dipegangnya, dan ketika tiba di rumahnya ia langsung berkeluh kesah
kepada kakaknya. ”Kak, lihat deh nilai matematikaku masa aku dapat 6.” Kata si adik yang merasa malu dan kemudian Kakaknya pun berkata ”syukur kamu dapat
6, kalau bibalik kan bisa jadi angka 9, coba kamu dapat 10 kalau bibalik kan jadi kecil.” Ledek si Kakak.

Kemudian adiknya berkata kembali ”Kaka jangan meledek saja, dan jangan beri tau Ayah ya!” tetapi tiba-tiba si Ayah datang dan menemui kedua anaknya itu, si
adik merasa cemas. ”Ayah ingin tau apa yang sedang kalian bicarakan, tampaknya serius benar?” ”tidak Yah!” jawab adik mendului jawaban kakaknya, takut
kalau kaka akan memberitahukan nilainya yang jelek kepada Ayahnya. ”Kalian jangan menyembunyikan sesuatu dari Ayah, ayah tau apa yang kalian sembunyikan
dibelakang kalian.” Kata Ayahnya sambil menunjuk-nunjuk kearah mereka. ””Ini Yah”si kaka menyerahkan selembar kertas kepada Ayahnya. ”ini nilaimu?” sambil
menunjuk ke arah adik. ”Bagaimana kamu bisa menjadi dokter dengan nilaimu yang jelek ini. Untuk menjadi seorang dokter nilaimu sedikitnya 7.” Ayahnya menasehati.
”Yah, untuk menjadi dokter nilai harus 7 berarti kalau 6 adik hanya bisa menjadi perawat saja.” Kemudian si Ayah berkata lagi ”Kalian bisa saja menjadi
perawat, tatapi hanya jadi perawat ikan hias ayah saja!”.
 
wkakkakkkkakkakakak =))=))=))
lucu ~ lucu ini =))=))=))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.