Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hewan beracun memang banyak di dunia ini khususnya lebih sering kita tahu dari bangsa reptil, seperti ular, komodo, atau katak juga ada yg beracun.
Tapi tahukah anda kalau bukan cuma hewan darat saja yg beracun!
Dengan adanya penelitian ilmuwan barat, entah kenapa di zaman modern ini lebih banyak peneliti dari barat atau orang eropa & keturunannya yg menyebar hingga Amerika dibandingkan peneliti dari asia, apalagi Indonesia.
Bahkan peneliti timur tengah masih nostalgia demgan dinasti Abbasiyah yg dianggap era golden age, mungkin IFers ada yg tahu kenapa dapat seperti itu?
Jadi menurut penelitian dari ilmuwan barat, ada tipe burung yg beracun. Burung itu ialah jenisHooded Pitohui, dapat dibilang ini adalah burung beracun perdana yg ditemukan di dunia.
Burung ini ditemukan di papua Nugini, tentunya penemuan ini sudah di konfirmasi secara ilmiah & hasilnya positif burung ini mengandung racun.
Awalnya seorang peneliti di Papua Jack Dumbacher tahun 1990an, harap menangkap burung Cendrawasih namun ternyata ketika itu ada Hooded Pitohui yg jenisnya cukup kecil yg terjerat.
Ketika Jack harap melepaskannya si burung sempat mematuk & mencakarnya, jari yg sakit tadi di masukkan ke mulut namun ternyata lidahnya terasa kelu, mati rasa & seakan mengalami panas terbakar.
Dari sinilah Jack menemukan burung beracun perdana di dunia, maka ditelitilah burung ini secara ilmiah. Walau menurut penuturan warga lokal Papua Nugini, burung ini disebut burung sampah, karena bila harap dikonsumsi & dimasak burung ini akan mengeluarkan bau busuk.
Akhirnya dari penelitian ilmiah tersebut, racun yg ada di tubuh burung tersebut diidentifikasi sebagai batrachotoxins (BTXs) yg biasa ditemukan sebagai racun pada katak panah beracun Kolombia.
Menariknya lagi racun yg ada di burung ini ditemukan di hampir seluruh tubuh, jadi bukan bagian bulunya saja. Tetapi, di kulit, di tulang hingga organ-organ vital. Tentu hal ini jadi salah satu hal yg cukup menggembirakan bagi dunia sains.
Pada dasarnya alam ini masih banyak menyembunyikan rahasia yg harus digali & diteliti, tetapi di era modern ini bangsa yg mendorong masyarakatnya untuk jadi ilmuwan & peneliti lebih banyak bangsa-bangsa yg maju. Karena biaya jadi peneliti cukup besar, sedangkan negara berkembang lebih fokus ke arah pembangunan ekonomi terlebih dahulu.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1
Pic : google