yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kapolsek Duren Sawit Kompol Imran Gultom menuturkan, pihaknya melakukan koordinasi terkait aksi perampokan bersenjata api di halaman depan bunk mandilu Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam aksi itu, perampok berhasil menggasak uang senilai Rp 47.970.000.
"Anggota langsung ke lokasi kejadian, dan meminta keterangan dari para saksi. Kami berkoordinasi untuk melihat CCTV," kata Imran saat dihubungi, Jumat (11/1/2013).
Imran menjelaskan pada saat pelaku melarikan diri dengan kendaraan bermotor, menurut pengakuan saksi, berjumlah lebih dari satu.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menggunakan dua sepeda motor orang untuk melarikan diri. Diduga pelaku berjumlah 4 orang," tuturnya.
Imran menjelaskan lagi, tidak menutup kemungkinan sebelum aksi perampokan korban telah diikuti.
"Kemungkinan sebelum pergi ke bunk korban telah diikuti para pelaku. Kita juga akan mendalami apakah ada keterlibatan orang dalam atau tidak. Karena korban menyetor uang perusahaan," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya aksi perampokan menggunakan senjata berapi mengincar nasabah bunk yang baru saja bertransaksi.
"Korban suami istri Fitri Hartanti (34) dan Rohiyat (34). Mereka berdua mau setor di bunk mandilu Rp 47.970.000," ujar Imran.
Imran menceritakan, kejadian perampokan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat itu korban baru saja selesai mentransfer uang di bunk BCA Kcp Kalimalang.
"Awalnya dia membawa uang Rp 136 juta disetor di bunk BCA. Saat di bunk tersebut, korban telah mentransfer 88 untuk keperluan lain. Selesai menyetor korban yang keluar dari bunk langsung didatangi oleh salah seorang pelaku mengunakan pistol," ujarnya.
Imran mengatakan perampokan tersebut berlangsung cepat, sehingga kejadian tersebut tidak disadari pihak keamanan bunk.
"Security tidak bertindak karena lokasi kejadian berada di halaman parkir bunk, dan pelaku melakukan dalam hitungan detik," lanjutnya.
"Anggota langsung ke lokasi kejadian, dan meminta keterangan dari para saksi. Kami berkoordinasi untuk melihat CCTV," kata Imran saat dihubungi, Jumat (11/1/2013).
Imran menjelaskan pada saat pelaku melarikan diri dengan kendaraan bermotor, menurut pengakuan saksi, berjumlah lebih dari satu.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menggunakan dua sepeda motor orang untuk melarikan diri. Diduga pelaku berjumlah 4 orang," tuturnya.
Imran menjelaskan lagi, tidak menutup kemungkinan sebelum aksi perampokan korban telah diikuti.
"Kemungkinan sebelum pergi ke bunk korban telah diikuti para pelaku. Kita juga akan mendalami apakah ada keterlibatan orang dalam atau tidak. Karena korban menyetor uang perusahaan," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya aksi perampokan menggunakan senjata berapi mengincar nasabah bunk yang baru saja bertransaksi.
"Korban suami istri Fitri Hartanti (34) dan Rohiyat (34). Mereka berdua mau setor di bunk mandilu Rp 47.970.000," ujar Imran.
Imran menceritakan, kejadian perampokan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat itu korban baru saja selesai mentransfer uang di bunk BCA Kcp Kalimalang.
"Awalnya dia membawa uang Rp 136 juta disetor di bunk BCA. Saat di bunk tersebut, korban telah mentransfer 88 untuk keperluan lain. Selesai menyetor korban yang keluar dari bunk langsung didatangi oleh salah seorang pelaku mengunakan pistol," ujarnya.
Imran mengatakan perampokan tersebut berlangsung cepat, sehingga kejadian tersebut tidak disadari pihak keamanan bunk.
"Security tidak bertindak karena lokasi kejadian berada di halaman parkir bunk, dan pelaku melakukan dalam hitungan detik," lanjutnya.