• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Brutalnya OSPEK China bikin kekerasan kampus Indonesia nampak cemen

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
Tradisi militeristik saat penyambutan mahasiswa baru di China masih marak. Kampus sipil pun melakukan orientasi pengenalan kampus dengan hukuman fisik.

Namun, tingkat kekerasan serta hukuman bagi mahasiswa baru yang dianggap tak disiplin menggugah kekhawatiran orang tua murid. Beberapa foto pelaksanaan OSPEK di Universitas Hunan yang tersebar di jejaring sosial mengundang kecaman masyarakat.

Shanghaiist melaporkan, Jumat (18/9), senior-senior yang menjadi penegak disiplin menghukum mahasiswi yang asramanya kotor dengan tidur di aspal saat siang bolong. Belasan perempuan dibungkus selimut di seluruh badan, kemudian dipanggang di aspal. Rekan mahasiswa lainnya, sekitar 2 ribu orang, diwajibkan melihat hukuman tersebut.

Salah satu mahasiswa baru di Kampus Hunan, dengan panggilan Liu Min, mengatakan hukuman itu diberikan tanpa pandang bulu. Durasi sanksi tidak lama, tapi sering. "Lama hukuman biasanya tidak sampai 15 menit," ujarnya.
Di kampus lain, ada juga hukuman lari keliling lapangan memakai sarung, kemudian kepalanya dipasang ember. Hukuman ini membuat para peserta OSPEK dehidrasi lebih cepat.

Mendapat kritikan para netizen, Rektor Universitas Hunan mengaku akan melakukan evaluasi. Hukuman badan yang berlebihan itu diakui bisa menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa baru.

"Kami akan menyediakan pendampingan psikologis setelah para mahasiswa baru melewati penyambutan militeristik," ujarnya.
Pemerintah Negeri Tirai Bambu masih mewajibkan kampus memasukkan materi bela negara, dasar-dasar militer, baris berbaris, serta hukuman badan untuk OSPEK. Sebagian kampus sampai mewajibkan setiap mahasiswa mengenakan seragam tentara selama masa pengenalan.

Tujuan budaya militeristik ini agar para mahasiswa lebih disiplin. Baik lelaki maupun perempuan akan mendapatkan gojlokan luar biasa selama seminggu penuh masa orientasi.
 

Rosetta

IndoForum Beginner C
No. Urut
2047
Sejak
10 Jun 2006
Pesan
714
Nilai reaksi
20
Poin
18
kayaknya ospek-ospek gituan cuman ada di negara asia dan yg jumlah penduduknya over-populated deh.. [-(
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.