• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.

Berapa Kali Mi Instan Boleh Dimakan dalam Seminggu?

Angela

IndoForum Addict A
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
42.136
Nilai reaksi
25
Poin
0
ilustrasi-mi-instan_169.jpeg


Mie instan jadi makanan favorit beberapa orang. Rasanya enak, variannya beragam, porsinya mengenyangkan, & harganya ramah di kantong pula. Waktu penyajian yg singkat juga jadi alasan mi instan kerap jadi alternatif.

Dengan banyaknya poin plus mi instan, tak sedikit orang yg tidak dapat berhenti menyantapnya. Akan tetapi, makanan ini disebut-sebut tidak sehat & tak baik bila dikonsumsi terlalu sering.

Lantas, sebenarnya adakah batas kondusif makan mi instan? Berapa kali mi instan boleh dimakan, contohnya dalam seminggu?

Dikutip dari detik.com penjelasan pakar ini sangat layak sebagai bahan pertimbangan kita.

Guru akbar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, Apt, menjelaskan sebenarnya tak ada aturan pasti terkait berapa kali mi instan kondusif dikonsumsi dalam seminggu.

Sebetulnya tidak ada aturan seperti itu karena mi itu sendiri kan sebenarnya karbohidrat, sama seperti nasi, terang Prof Zullies, dikutip dari catatan detikcom. Hanya saja kalau nasi dari padi, dari beras, kalau mi kan dari gandum. Tapi sama-sama karbohidrat.

Nggak seperti obat sih, kalau obat kan 3 kali sehari ada dosisnya ya. Kalau mi itu saya kira nggak ada patokan, karena itu bahan makanan yg dapat kita makan sesuai keharapan kita, tambahnya.

Meski demikian, Prof Zullies menyarankan untuk tidak terlalu sering makan mi instan. Karena ada kandungan pengawet & bumbunya cenderung asin. Perihal ini, ia mengatakan bahwa tiap orang mesti mengenali kondisi tubuh masing-masing.

Apabila seseorang punya riwayat hipertensi contohnya, maka dapat mengurangi bumbu mi instan yg dipakai atau menggantinya dengan bumbu racikan sendiri.
Kandungan nutrisi di dalamnya juga kurang seimbang. Dilansir Healthline, mi instan rendah serat & protein walau juga rendah kalori. Di sisi lain, kandungan natrium, lemak, & karbohidrat dalam mi instan juga cenderung tinggi.

Karena itu, Prof Zullies menyarankan untuk menambah protein & serat saat memakannya dibanding nasi supaya karbohidratnya tidak dominan.
Ahli gizi UM Surabaya Tri Kurniawati, diberitakan laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, menegaskan sebaiknya mi instan tidak dimakan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu. Ia juga menyarankan untuk menambah sayuran & protein kalau hendak mengkonsumsinya.

Makan mi instan terlalu sering dapat berpengaruh positif kepada obesitas abdominal & hiperkolesterolemia. Selain itu, Tri mengungkap, Konsumsi mi instan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu dikaitkan dengan tingginya peningkatan sindrom metabolik pada wanita.

diambil dari detik.com
ditulis ulang di RS Humana Prima
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.